Oahm…. Ini Hal-hal Menarik tentang Menguap, Kamu Sudah Tahu Belum?

NEXIABET – Oahm…. Kamu baru saja menguap? Ini merupakan hal yang wajar dilakukan seseorang. Nah, tentang menguap ada hal-hal menarik yang kamu perlu tahu.

detikHealth sudah merangkum berbagai hal menarik tentang menguap yang bisa kamu simak dalam pemaparannya berikut ini:

1. Mekanisme Mendinginkan Otak

Menguap tidak melulu tanda mengantuk. Sekelompok peneliti di University of Vienna menyebut menguap bisa terjadi karena otak sedang berada dalam kondisi bersuhu panas. Kata peneliti, faktor paling signifikan dari menguap adalah suhu. Oleh sebab itu, seseorang akan lebih mungkin menguap saat berada dalam kondisi suhu yang lebih tinggi.

Ketika seseorang menguap, udara dari lingkungan akan masuk melalui saluran pernapasan. Temperatur udara yang lebih dingin akan diteruskan oleh aliran darah menuju otak yang kepanasan karena terlalu lama bekerja, sehingga terjadi pertukaran panas. Karena itu bisa dikatakan menguap menjadi sebuah mekanisme untuk mendinginkan otak yang kepanasan.

2. Menguap Berlebihan Bisa Bahaya

Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik, tak terkecuali dalam hal menguap. Pernah terjadi kasus seorang pria paru-parunya kolaps setelah menguap dan menggeliat di suatu pagi.

Pria asal China itu dilaporkan tiba-tiba merasakan nyeri di dada, kemudian diikuti rasa sakit yang intens dan mulai kesulitan bernapas. Dokter mendiagnosisnya mengalami pneumotoraks spontan atau kolaps paru-paru, yang terjadi ketika udara menjadi terperangkap di samping paru-paru. Dokter meyakini hal itu terjadi karena pria tersebut menguap begitu keras.

3. Janin Juga Bisa Menguap

Para ilmuwan yang berasal dari Durham University memperhatikan fenomena janin yang menguap di dalam kandungan. Menurut pengamatan peneliti, frekuensi menguap pada janin laki-laki maupun perempuan tidak ada perbedaan. Akan tetapi terjadi penurunan setelah memasuki usia 28 pekan di dalam kandungan.

Baca Juga:   Arsenal Lepas Gabriel Paulista ke Valencia

Diyakini perilaku itu berhubungan dengan masa pertumbuhan dan bisa dimanfaatkan untuk melihat kondisi kesehatan secara lebih luas.

“Tidak seperti kita (orang dewasa), menguap pada janin tidak menular dan belum tentu karena mengantuk. Hanya, frekuensi menguap dalam kandungan bisa berhubungan dengan proses pematangan otak,” kata Nadja Reissland yang memimpin penelitian.

4. Menguap Ada Kaitannya dengan Empati

Menularnya aktivitas menguap terkait dengan sifat empati dan ikatan antar manusia secara alamiah. Menguap yang menular ini juga terjadi di banyak hewan yang hidup secara berkelompok seperti simpanse dan anjing.

Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Personality and Individual Differences menemukan orang yang memiliki empati yang rendah cenderung memiliki kemungkinan kecil untuk ‘tertular’ aktivitas menguap dari orang lain.

5. Lama Waktu Menguap

Pernahkah Anda menghitung berapa lama waktu yang diperlukan untuk menguap? Ternyata cuma butuh enam detik.

Ya, beberapa studi menunjukkan bahwa untuk menguap, seseorang rata-rata butuh waktu sekitar 6 detik. Dalam 6 tersebut, denyut jantung meningkat secara signifikan. Studi tahun 2012 menunjukkan bahwa pola yang teramati berbeda dengan ketika seseorang hanya disuruh menarik napas dalam-dalam.