Obat Batuk yang Manjur

Rekanbola – Di suatu siang yang terik, dua orang siswa SMA yang berteman dekat sedang mengobrol dengan asyiknya. Pemuda pertama bernama Ezequiel, siswa SMA yang hobinya main layangan dan kelereng tapi masih diberkahi otak yang cemerlang. Pemuda kedua bernama Wladimir, orang yang hobinya balapan Tamiya tetapi punya sifat lugu dan sotoy. Wladimir yang kebetulan sedang batuk-batuk parah bertanya kepada Ezequiel mengenai obat apa yang paling manjur untuk menyembuhkan penyakit tersebut.

Wladimir: “Ze, obat batuk yang manjur apaan, ya?”

Ezequiel: “Banyak Wlad, pergi aja ke apotek sebelah kuburan, mbaknya yang jual cakep, lho.”

Wladimir: “Jangan obat kimia Ze, obat yang alami aja, kayak ketampananku ini.”

Ezequiel: “Bilang aja nggak punya duit, Wlad! Pake nyambung-nyambungin sama ketampanan segala. Mukamu kayak bemo!”

Wladimir: “Ditanyain malah ngejek, tau nggak obat batuk yang alami apaan? Katanya kamu pinter.”

Ezequiel: “Yang alami, ya? Ada Wlad, kecap satu sendok ditambah peresan jeruk nipis. Dijamin tokcer!”

Wladimir: “Siap Ze, nanti aku coba deh. Ya udah, aku pulang dulu ya, Assalamualaikum.”

Keesokan harinya kedua pemuda tersebut kembali bertemu di sekolah. Wladimir tampaknya sudah sembuh dari batuknya berkat tips dari Ezequiel. Tetapi, kelihatannya Wladimir justru marah-marah kepada Ezequiel. Apa gerangan yang terjadi?

Wladimir: “Kelelawar kamu Ze, kamu ngerjain aku, ya?”

Ezequiel: “Ngerjain apaan? Buktinya batuk-batukmu sembuh.”

Wladimir: “Sembuh sih sembuh, tapi liat nih, bibirku jadi monyong plus dower gara-gara kamu.”

Ezequiel: “Lah, kok bisa? Emang kamu apain? Emang udah dower dari sananya kali, Sob.”

Wladimir: “Enak aja, kemarin nggak dower segini. Kemarin setelah dapat resep dari kamu, langsung aku coba. Kecap sesendok plus peresan jeruk nipis. Abis itu sendoknya aku panasin pake korek biar ramuannya steril. Habis itu aku minum, eh nggak tahunya sendoknya masih panas, dower deh bibir seksi aku.”

Baca Juga:   Bercanda Sama Tuhan

Ezequiel: “Wkwkwk. Salah sendiri kamu sotoy. Kecap plus jeruk nipisnya nggak perlu dipanasin, pinter!”