Obat-obatan untuk Pasien Darurat di Papua Habis

Rekanbola – Wakil Direktur Pelayanan Medis RSUD Jayapura dr Donald Aronggear menyebutkan obat-obatan untuk pasien darurat di rumah sakit tersebut tidak ada, alias habis.

“Banyak kekurangan obat di rumah sakit ini, seperti obat-obatan untuk emergensi juga tidak ada atau habis,” katanya di Jayapura, Papua, Selasa (21/8).

Donald tidak menyebutkan berapa banyak jenis obat yang habis. Ia juga tidak merinci jenis-jenis obat untuk pasien emergensi.

Dia mengatakan, kekurangan obat-obatan itu dipicu oleh masih ada utang yang belum dibayarkan oleh manajemen rumah sakit ke pihak ketiga.

“Terkait jumlah utang tidak tahu berapa utang yang harus dibayar oleh pihak rumah sakit,” ujarnya.

Untuk itu, kata dia, pemerintah provinsi selaku pemilik RSUD Jayapura, harus bertanggung jawab, harus membayar utang rumah sakit.

“Utang kalau tidak dibayar ya tidak tahu ke depannya seperti apa, untuk itu pemerintah provinsi harus bertanggung jawab penuh,” ujarnya.

Donald menambahkan, namun obat-obatan yang lain yakni yang bukan obat emergensi masih ada untuk menunjang pelayanan kesehatan di rumah sakit.

“Namun demikian pelayanan lainnya di setiap ruangan di rumah sakit ini tetap jalan seperti biasa, pasien tetap dilayani,” ujarnya.

Baca Juga:   Lukas Enembe: Jokowi Paham Papua daripada Presiden-presiden Sebelumnya