Okupansi Hotel di Solo Tetap Tinggi Usai Lebaran

REKANBOLA – Meskipun momentum libur Lebaran 2019 telah usai, namun tingkat keterisian (okupansi) hotel di Kota Solo masih tetap tinggi. Bahkan Lebaran tahun ini dinilai menjadi momen dengan tingkat okupansi tertinggi selama empat tahun terakhir.

Perwakilan Bidang Humas Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo Sistho A Sreshtho mengatakan, tingginya okupansi dikarenakan momen lebaran dan libur sekolah yang berlangsung dalam waktu yang beriringan. Menurut General Manager The Alana Hotel itu, evaluasi pada semester pertama untuk kondisi perhotelan di tahun ini tergolong baik.

“Tahun 2018 lalu, okupansi kamar hotel di Solo selama satu tahun rata-rata 59 persen. 2019 ini, memang ada tiga bulan yang kami nilai kondisinya paling low season. Di tiga bulan tersebut rata-rata sudah 60 persen okupansinya. Artinya untuk masa paling low saja, kondisinya sudah lebih baik dibandingkan tahun lalu,” ujar Sistho kepada wartawan, Senin (24/6).

Sistho menerangkan, pada saat Ramadan dan Lebaran juga mengalami kenaikan 10 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Dia menilai, momentum Lebaran dan libur sekolah yang berdekatan menjadi faktor utama tingginya okupansi.

“Kami memprediksi beberapa bulan kedepan kondisinya juga masih baik. Sebab dari sektor Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) juga sudah mulai aktif usai Lebaran,” katanya.

Khusus dari korporasi dan pemerintahan, ia menambahkan, sudah dimulai sebelum libur sekolah berakhir. Menurut dia, kondisi lebaran tahun ini merupakan puncak okupansi tertinggi selama 4 tahun terakhir. Dengan dioperasikannya jalan tol Trans Jawa yang melintasi Kota Solo, juga ikut berpengaruh.

“Meskipun ada kenaikan harga tiket angkutan udara, kebanyakan masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi lewat tol,” ucapnya. [azz]

Baca Juga:   Kasihan, Anak-anak Orang Terkaya Ini Tak Bakal Dapat Warisan