Pabrik Teh PTPN VIII yang Terbakar di Sukabumi Bangunan Bersejarah

REKANBOLA – Pabrik pengolahan teh milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII di Goalpara, Sukabumi, Jawa Barat terbakar hebat sekitar pukul 4.00 WIB, Kamis (20/6/2019) pagi tadi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu hanya kerugian diperkirakan mencapai Rp 100 juta.

Irman Firmansyah dari Yayasan Dapuran Kipahare mengatakan, pabrik yang dikelola PTPN VIII tersebut adalah salah satu bangunan bersejarah. Peristiwa perebutan dan bumi hangus oleh para pejuang pernah terjadi di lokasi ini. Selain itu bangunan pabrik adalah salah satu lokasi sejarah perkembangan perkebunan teh di Indonesia. Dalam catatan yang dia himpun perkebunan teh Goalpara berdiri sejak tahun 1908.

“Lokasi itu diketahui sebagai kultur perkebunan itu tahun 1892, lalu dibangun pabrik oleh Belanda tahun 1908. Lokasinya strategis ada dua perkebunan besar, Perbawati dengan Gedeh keduanya saling bekap. Ketika terjadi kebakaran 1923 di Gedeh semua operasional dialihkan ke Goalpara,” kata Irman melalui sambungan telepon dengan rekanbola.com

Menurut Irman, ada dua pabrik yang pernah ditutup kemudian seluruh mesin produksinya dialihkan ke Goalpara yang kini dikelola PTPN VIII. Keduanya adalah Pabrik Bungamelur di Takokak dan Pabrik teh Parakansalak.

“Di era perjuangan, para pejuang pernah melakukan bumi hangus dan dihancurkan sebagian. Paska peristiwa itu pihak Belanda melakukan rekonstruksi ulang, darah perjuangan pernah tumpah di lokasi itu bahkan menurut penelusuran ada komandan pasukan Belanda yang tewas di lokasi itu,” kata Irman.

Pasca kemerdekaan, Belanda pernah melakukan produksi kembali di lokasi tersebut. Setelah sempat ditutup, Belanda kembali memproduksi teh hingga mencapai masa kejayaan pada tahun 1953 sampai akhirnya terkena nasionalisasi oleh pemerintah Indonesia.

Baca Juga:   Anak buah akui diperintah Fayakhun cari rekening bank luar negeri

“Ada sebuah manajemen Belanda melanjutkan pembangunan pasca kemerdekaan 1950 karena 1948-1949 ditutup karena terjadi banyak penyerangan dari pejuang. Setelah itu 1953 sempat meningkat kembali sampai akhirnya kena nasionalisasi diambil oleh pemerintah kena nasionalisasi,” tutur Irman.

Sementara itu Administratur PTPN VIII Wawan Purnawarman membenarkannya. “Pabrik Goalpara berdiri tahun 1908, namun mulai produksi tahun 1920-an. Tempat ini juga sering dikunjungi anak-anak sekolah sebagai lokasi wisata sejarah karena masih ada bangunan yang memiliki nilai heritage,” singkat Wawan.

Pabrik Teh PTPN VIII yang Terbakar di Sukabumi Bangunan Bersejarah

Tetap Beroperasi Pasca Kebakaran

Meski terjadi kebakaran, produksi pabrik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII Goalpara, Sukabumi masih berjalan. Administratur PTPN VIII Wawan Purnawarman menyebut peralatan pabrik tidak ada yang terganggu. “Untuk aktivitas pengolahan kita lakukan di Cianjur di Perkebunan Gedeh dan Pasir Nangka Sukanagara,” kata Wawan kepada rekanbola.com

Wawan menjelaskan, area perkebunan teh dan pabrik keseluruhan memiliki luas hingga 800 hektar, hasil produksi sebanyak 10 ton hingga 12 ton dengan merek dagang Teh Goalpara yang di ekspor ke luar negeri.

“Kita kirim ke Malaysia, Asia Tengah dan Timur Tengah banyak peminat dari luar negeri. Produksi 10 sampai 12 ton sehari, jumlah karyawan pabrik sekitar 30 orang dan buruh pemetik ada 200 orang intinya tidak ada yang terhambat untuk aktivitas produksi,” katanya.

Pabrik Teh PTPN VIII yang Terbakar di Sukabumi Bangunan Bersejarah

Di tempat yang sama Wakapolresta Sukabumi Kompol Sulaeman Salim mengatakan dari hasil penyelidikan sementara kebakaran terjadi akibat hubungan pendek arus listrik. “Tidak ada korban jiwa, menurut pengakuan pengelola juga kerugian hanya belasan juta. Meskipun begitu kita tetap melakukan penyelidikan karena takutnya ada kesengajaan atau bagaimana,” ucapnya.