Pacaran Waktu Sekolah VS Pacaran Waktu Kuliah, Kamu Merasakan?

Rekanbola- Waktu memang terus membawa perubahan bagi kehidupan. Diri sendiri maupun sekitar pasti menjadi sesuatu yang berbeda dari waktu ke waktu. Hal itu tak terkecuali bagi gaya pacaran.

Coba, sekarang kamu ingat-ingat bagaimana sih kamu pacaran sama pacar pertamamu dulu? Dari cara PDKT, cara menjalin hubungannya dari hari ke hari, nilai yang kalian pegang selama pacaran, sampai putus?

Bandingkan dengan gaya pacaran kamu sekarang. Apa kamu masih menjalaninya dengan cara yang sama seperti dengan pacar pertamamu dulu? Apa kamu masih menjunjung tinggi nilai yang sama seperti ketika kamu masih belia dan begitu naif soal cinta?

Bisa dipastikan, kamu akan menemukan banyak perbedaan. Tak usah jauh-jauh dari pacaran sama pacar pertamu sampai yang terkini, deh. Antara SMA dan kuliah yang notabene beda satu fase aja pasti sudah banyak perubahan, kan?

Tapi, perbedaan itu tak perlu melulu dilihat sebagai sebuah aib. Manusia berproses itu wajar. Lagipula, selama kamu bisa pastikan kalau gaya pacaran kamu sekarang lebih baik dari yang dulu kenapa harus disayangkan? Malah kadang-kadang bisa diingat-ingat sebagai hal lucu, lho!

6 Perbedaan Gaya Pacaran Zaman SMA dengan Pacaran Zaman Kuliah yang Pasti Kamu Rasakan

Waktu SMA pilih pacar yang ganteng jadi nomor 1, setelah kuliah yang penting sayang

Euforia masa remaja memang menjadikan kita mementingkan segala sesuatu hal dari luarnya saja. Tak heran kalau dulu kamu lebih mementingkan ketampanan calon pacarmu dibandingkan bagaimana dia memperlakukanmu. Seperti, tidak apa-apa bad boy, yang penting ganteng.

Waktu SMA punya pacar yang populer itu seperti pencapaian tersendiri, setelah kuliah punya pacar populer malah merasa risih

Baca Juga:   7 Makanan Pemicu Sakit Jantung

Masa remajais all about popularity. Pacaran sama cowok populer berarti kamu turut mendapat spotlight, dan itu membanggakan. Setelah kuliah sih, malas sama yang begitu-gitu karena enggan punya banyak ‘saingan’ juga. Mending dinikmati sendiri di ruang privasi. Bukan begitu?

Waktu SMA bangga banget pakai kaus couple, setelah kuliah sih malu

Hayo ngaku, dulu kamu pasti merasa cute couple banget kalau pakai baju kembaran sama pacar, kan?! Sekarang sih, malah malu dibilang kayak anak SMA lagi study tour, pakai baju kembaran.

Waktu SMA canggung mau ngenalin pacar ke orangtua, setelah kuliah malah maunya buru-buru pada saling kenal!

Namanya masih belia, ngenalin pacar ke orangtua pasti ada rasa-rasa takut malah dilarang pacaran karena dibilang “anak kecil”, jadi mending backstreet dulu aja. Nah setelah kuliah, maunya pacar akrab sama orang tua. Biar direstui, ya?

Waktu SMA maunya pacaran romantis kayak di film atau novel, setelah kuliah, gimana aja yang penting serius

Setelah beranjak dewasa, tidak penting lagi pacar sesuai kriteria atau tidak, karena seiring berjalannya waktu pikiran setiap orang akan lebih realistis. Untuk apa pasangan romantis kalau tidak menjalani hubungan secara realistis?!

Waktu SMA sibuk rencanain agenda senang-senang terus, sudah kuliah pikirannya mulai membayangkan masa depan berdua

Yang serius mau menyongsong masa depan bersama pasti akan menerapkan upaya-upaya untuk mewujudkan masa depan itu di setiap langkahnya. Semua dipertimbangkan dalam jangka panjang, tak ada keimpulsifan demi impian-impian yang dirancang bersama. Sewaktu SMA, mungkin belum mau seserius itu karena perjalanan juga masih sangat panjang.

 

 

( Sumber : Bintang.com )