Palembang diselimuti kabut asap, udara mulai tak sehat

Rekanbola – Kota Palembang dipenuhi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Akibatnya, kondisi udara di kota itu menunjukkan tanda tidak sehat.

Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di kota itu pada Jumat (5/10) berada di 151-250 mikron/gram. Angka itu menunjukkan kondisi udara di level tidak sehat.

Kepala Seksi Data dan Informasi Balai Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kenten Palembang, Nandang Pangaribowo mengungkapkan, kabut asap di kota itu sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Selain tidak diguyur hujan, pemicu terkuat adalah akibat karhutla.

“Dalam situasi ini partikel debu meningkat, pengaruhnya kondisi udara,” ungkap Nandang, Jumat (5/10).

Di samping pencemaran udara, kabut asap juga membuat jarak pandang mulai mengalami penurunan. Pada hari ini, jarak pandang tercatat hanya satu sampai dua kilometer. Jarak pandang akan semakin berkurang seiring tebalnya kabut menyelimuti langit Palembang.

“Jika sudah parah jarak pandang hanya bisa seratus sampai lima ratus meter. Ini membahayakan penerbangan dan aktivitas warga,” kata dia.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori mengatakan, karhutla masih ditemukan di beberapa kabupaten, seperti Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Muara Enim, dan Banyuasin. Karhutla itu ada yang terjadi di satu titik karena belum padam, ada juga terdapat di lokasi lain.

“Masih ada karhutla karena cuaca panas dan lahan kering akibat jarang turun hujan,” kata Ansori.

Ansori tidak menampik kabut di Palembang akibat asap karhutla. Pihaknya berusaha maksimal untuk memadamkan setiap titik api di samping optimalisasi hujan buatan melalui teknologi modifikasi cuaca (TMC).

“Seluruh tim pemadam masih berada di lokasi kebakaran. Kita berharap hujan segera tiba agar cuaca kembali normal,” ucapnya.

Baca Juga:   PKS Dorong Anies-Aher, Bagaimana Nasib Prabowo?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *