Panitia Sebut Finalis Putri Indonesia Dibekali Pendidikan Politik & Anti Hoaks

REKANBOLA – Presiden Joko Widodo bertemu dengan Ketua Dewan Pembina Yayasan Putri Indonesia, Putri Koes Wisnuwardhani di Istana Presiden, Bogor, Jawa Barat, Senin (11/3). Dalam pertemuan tersebut, Putri Koes menjelaskan mereka telah menyelenggarakan ajang Putri Indonesia 2019.

Dia menjelaskan selama 10 hari seluruh finalis dikarantina dan mendapatkan beberapa pembekalan mulai dari ekonomi, politik, dan hukum. Salah satunya yaitu pembekalan anti hoaks dengan cara memanggil beberapa narasumber yaitu Direktur Cyber Crime, Kepolisian RI.

“Yang tidak kalah penting adalah pembekalan anti hoaks. Jadi kami undang Direktur Cyber Crime dari Kepolisian RI untuk membekali anak-anak ini dengan pengetahuan bahwa saat ini sedang marak sekali penyebaran hoaks yang tidak terkendali,” kata Putri Koes di hadapan Jokowi, di Istana Presiden, Bogor, Jawa Barat, Senin (11/3).

Dia juga menjelaskan mereka juga diberikan pengarahan untuk mengetahui mana isu hoaks dan cara mengendalikan hal tersebut. Sebab karena dia, generasi muda adalah pihak yang bisa menyaring informasi.

“Supaya anak-anak ini kembali ke daerahnya juga turut mensosialisasikan ini,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Putri menambahkan, mereka juga dibekali dengan pemahaman politik. Karena generasi milenial harus ditanamkan pengetahuan agar tidak golput.

“Mereka harus menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara. Bahkan pemenang dari pemilihan putri indonesia ini Frederica Alexsis mengenalkan hoaks bagaimana melawan hoaks,” ujarnya.

Hal tersebut kata dia seperti sosok Jokowi, yang selalu kuat untuk menghadapi hoaks. Karena itu kata dia, kaum milenials harus positif.

“Mengetahui bagaimana memilah berita yang benar dan kebohongan. Itu beberapa poin penting yang kami bekali anak-anak selama masa karantina,” tutup Putri.

Baca Juga:   Menteri Basuki akan cek jalur mudik lebaran dari Tegal sampai Kartasura