Pascaledakan Bom Sibolga, 161 KK Masih Mengungsi

REKANBOLA – Ledakan di rumah terduga teroris di Sibolga berdampak pada masyarakat sekitar. Sebanyak 161 KK masih mengungsi karena rumahnya rusak akibat hantaman bom bunuh diri itu.

“Berdasarkan data dari kelurahan ada 155 unit rumah yang rusak, di mana sebagiannya rata dengan tanah. Rumah-rumah itu dihuni 161 keluarga,” kata Wali Kota Sibolga, Syarfi Hutahuruk, Sabtu (16/3).

Warga yang rumahnya terdampak ledakan bom terpaksa mengungsi. Sebagian di antaranya memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau kerabatnya. Sebagian lainnya masih berada di posko.

Pemerintah Kota (Pemkot) Sibolga telah memberikan bantuan kepada 161 keluarga itu.

“Selain uang tunai, kita menyerahkan beras, mi instan, air mineral dan telur bagi setiap KK yang terdampak ledakan,” sebut Syarfi.

Kawasan sekitar ledakan saat masih disterilkan dalam radius 100 meter dari kediaman terduga teroris Hus alias AH. Petugas ke polisian masih berjaga di sana.

“Warga diungsikan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” ucap Syarfi.

Sementara untuk perbaikan rumah warga yang rusak parah, Pemkot Sibolga masih mengupayakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Seperti diberitakan, bom meledak di dekat kediaman Hus alias AH di Jalan Cendrawasih Gang Serumpun, Kelurahan Pancuran Bambu, Kota Sibolga saat Densus 88 Anti Teror Mabes Polri meringkus pria itu, Selasa (12/3) siang. Seorang petugas kepolisian terluka akibat kejadian itu.

Rabu (13/3) dini hari, ledakan kembali terjadi di lokasi yang sama. Negosiasi agar Istri Hus alias AH menyerah tidak membuahkan hasil. Perempuan itu diduga meledakkan diri bersama anaknya.

Dalam operasi antiteror ini, polisi menangkap lima orang terduga teroris. Selain Hus alias AH, petugas juga meringkus 2 orang lain di Sibolga. Dua orang lainnya ditangkap di Tanjung Balai dan Tapanuli Tengah.

Baca Juga:   Demi Mobil Listrik, Pemerintah India Kenakan Pajak Tinggi Untuk Mobil Bensin dan Diesel