PDIP Sarankan Pemecatan Guru yang Pilih Ridwan Kamil Dibatalkan

Rekanbola – PDIP turut berkomentar mengenai Rabiatul Adawiyah, guru yang dikabarkan dipecat oleh yayasan karena memilih Ridwan Kamil (RK) saat Pilgub Jabar 2018. Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menyebut, seharusnya yayasan yang memecat Rabiatul agar berpikir ulang.

“Memilih seorang calon pilkada hak seorang warga negara, hak yang dilindungi oleh UU. Yayasan yang telah memecat guru yang bersangkutan untuk berpikir ulang, membatalkan pemecatan tersebut,” kata Andreas kepada detikcom, Jumat (29/6/2018).

Ia melanjutkan, sanksi pemecatan yang dijatuhkan kepada Rabiatul sangat tidak manusiawi. Pasalnya, menurut Andreas, sanksi tersebut akan berdampak pada kehidupan Rabiatul maupun anak didiknya.

“Boleh jadi pilihan guru yang dipecat berbeda dengan afiliasi politi yayasan tersebut. Namun, hukuman pemecatan adalah sangat berat dan tidak manusiawi mengingat pemecatan tersebut tentu membawa konsekuensi pada keluarga dan murid-murid didik guru tersebut,” tuturnya.

Andreas kemudian mengimbau kepada RK agar lebih memperhatikan nasib para guru. Lebih khusus di wilayah yang dipimpinnya. “Apabila RK menjadi gubernur nanti, perlu memperhatikan nasib guru yang dipecat tersebut. Juga nasib guru-guru di Jabar pada umumnya,” tutupnya.

Sebelumnya, seorang guru, Rabiatul Adawiyah menjadi perbincangan di media sosial (medsos) karena disebut ‘dipecat’ akibat memilih Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum dalam Pilgub Jabar 2018. Informasi ‘pemecatan’ itu viral melalui screenshot aplikasi perpesanan WhatsApp.

Dalam screenshot di grup WhatsApp SDIT Darul Maza, tampak percakapan antara Rabiatul dan seseorang bernama Fahrudin. Fahrudin mempertanyakan sikap Rabiatul yang memilih Ridwan Kamil dan menyebut pilihan itu lain dengan arahan yayasan.

Fahrudin kemudian mengatakan hanya ingin bekerja sama dengan staf yang satu visi dan misi dengan yayasan. Rabiatul lalu meminta kepastian dan dijawab Fahrudin yang akan memberi surat keterangan.

Baca Juga:   Diduga disekap ibu angkat, 3 bocah kabur setelah rusak gembok ruko

Belakangan, pihak sekolah menyatakan kasus tersebut telah selesai dan menyebut ada kesalahpahaman. Namun, Rabiatul enggan kembali ke sekolah tersebut.

 

( Sumber : detik.com )