Pelatih Persib Bandung: Kami Tidak Pantas Untuk Kalah

REKANBOLA – Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts mengaku kecewa timnya ditumbangkan Bhayangkara FC dan menilai Maung Bandung tak layak menerima hasil tersebut.

Persib Bandung menjamu Bhayangkara FC di laga pekan keenam Shopee Liga 1 2019 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Minggu (30/06). Di laga yang disiarkan langsung oleh Indosiar itu sang tamu mencetak gol lebih dahulu melalui eks pemain Maung Bandung, Jajang Mulyana.

Setelah itu Persib bisa menyamakan skor melalui Ezechiel N’Douassel. Namun jelang laga babak kedua berakhir, eks pemain Persib lainnya yakni Herman Dzumafo membuat Bhayangkara unggul lagi.

Gol itu menjadi gol terakhir di pertandingan tersebut. Persib pun kalah 1-2.

Kekalahan ini jelas sangat mengecewakan bagi Maung Bandung. Sebab di tiga laga sebelumnya Persib hanya bisa bermain imbang.

Kecewa

Kekecewaan tentu juga dirasakan oleh Robert. Arsitek asal Belanda ini mengatakan bahwa tak seharusnya hasil negatif itu diraih Persib.

“Hasil yang mengecewakan hari ini. Kami tentu tidak ingin kalah apalagi kalah di kandang dan saya pikir kami tidak pantas untuk kalah,” serunya.

Pelatih berusia 64 tahun ini mengatakan bahwa Persib sebenarnya bisa saja menang. Sebab ada sejumlah peluang yang dihasilkan anak-anak asuhnya.

“Kami tahu gol pertama mereka dari set piece dan itu cukup mudah bagi mereka untuk mencetak gol seperti itu di babak pertama. Tapi mental pemain kami berubah di babak kedua dan kami bisa membalas gol. Bahkan, banyak peluang kami yang seharusnya bisa lebih dari satu gol,” klaimnya.

Penalti

Eks pelatih PSM Makassar ini kemudian menyinggung keputusan wasit di laga tersebut. Tepatnya saat ada pemainnya yang dilanggar di kotak penalti.

Baca Juga:   Jurgen Klopp Bersumpah Menangkan Liga Inggris Musim Ini

“Saya ingin lihat video ulangan dan ingin memperlihatkan ke wasit. Benar tidak itu harusnya penalti?”

“Tapi, itu bukan poin kami kalah, kami harusnya bisa memaksimalkan peluang yang ada karena banyak peluang yang bersih yang seharusnya bisa jadi gol, tiga dari sundulan,” tegas Robert.