Pemain La Liga Bersatu Menolak Bermain di Amerika Serikat

Rekanbola – Presiden Spanish Footballers’ Association (AFE), David Aganzo menyebut para pemain La Liga bisa saja melangsungkan aksi protes terkait kebijakan baru antara federasi sepak bola Spanyol dengan Amerika Serikat.

Pekan lalu, La Liga mengumumkan kerja sama dengan perusahaan olahraga dan hiburan, Relevent (pengelola ICC) untuk memainkan laga dua tim top Spanyol di Amerika Serikat semusim sekali. Kesepakatan ini ditandatangani selama 15 tahun ke depan.

Tak butuh waktu lama, protes mulai berdatangan. Para penikmat La Liga heran, klub justru kebingungan. Betapa tidak, kesepakatan tersebut berarti ada beberapa klub yang harus bermain tanpa dukungan suporter, bermain kandang rasa tandang.

Baca lanjutan komentar Aganzo di bawah ini:

Keputusan Sepihak

Javier Tebas

Aganzo menegaskan setiap pemain yang membela klub La Liga merasa marah, terkejut, dan menolak keputusan sepihak tersebut. Dia menjamin banyak pemain yang menolak keputusan tersebut, meski ada beberapa klub yang setuju.

“Para pemain merasa marah, sangat terkejut, dan semua menolaknya. Mereka sepakat, para pemain tak ingin bermain di luar negeri. Keputusan sepert ini seharusnya dibuat dengan lebih koheren dan akal sehat,” tegas Aganzo di fourfourtwo.

Baca Juga : Ronaldo: Saya Ingin Juara Liga Champions Dengan Juventus

“Keputusan dengan tingkat sebesar ini, yang memengaruhi pemain, wasit, dan para pendukung, diambil secara sepihak dan kurang rasa hormat.”

“Saya memiliki informasi bahwa ada beberapa klub yang setuju (protes) dan beberapa lainnya yang menolak, tetapi saya mewakili pemain,” sambung dia.

Langkah Ekstrem

Barcelona

Lebih lanjut, Aganzo menjamin AFE siap mengambil langkah sebaik mungkin untuk mengajukan protes pada federasi sepak bola Spanyol. Namun, jika pihak federasi berbelit-belit dan tak mau memberikan jawaban yang seharusnya, AFE siap mengambil opsi ekstrem.

Baca Juga:   Shearer Yakin Sanchez Gabung MU Bukan Karena Uang

“Kami harus menyelesaikan masalah ini dengan persatuan (AFE), dan menjelaskan masalah kami pada mereka (La Liga dan Relevent). Jika sejak saat itu dan beberapa hari berikutnya mereka tak memberikan jawaban, maka kami harus menyelesaikan situasi ini sendiri.”

“Kami akan mencoba menjaga situasi ini tak mencapai titik ekstrem. Namun kami siap melakukan opsi terakhir jika memang dibutuhkan,” tutupnya.