Pembangunan flyover Purwosari dimulai akhir 2018

Rekanbola – Usai pembangunan jalan layang (flyover) Manahan Oktober mendatang, Kota Solo kembali membangun jalan layang di perlintasan Purwosari, Jalan Slamet Riyadi. Pemerintah Kota (Pemkot) setempat menargetkan, proyek pembangunan yang di biaya pusat itu, bisa dimulai akhir tahun 2018.

Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo, Joko Supriyanto, mengatakan sesuai keinginan pemerintah pusat, lokasi pembangunan harus steril sebelum berakhirnya lelang proyek.

Berdasarkan hasil koordinasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) ingin agar pemindahan utilitas selesai saat kontraktor akan memulai proyek. Jika pemenang lelang bisa diumumkan Desember, lanjut dia, maka pemindahan ditargetkan akan selesai November.

“Pemindahan jaringan utilitas di sekitar perlintasan sebidang Jalan Slamet Riyadi kita targetkan selesai bulan November,” ujar Joko, Selasa (18/9).

Rencana pemindahan jaringan utilitas tersebut, jelas Joko, telah dikomunikasikan dengan para pemiliknya. Berdasarkan pendataan sementara, ada delapan jaringan listrik, puluhan pohon dan dua jaringan pipa air peninggalan Belanda di lokasi pembangunan flyover.

“Untuk pemetaan dan pemindahan utilitas, kita serahkan kepada para pemilik jaringan, karena mereka yang memiliki pertanyakan,” katanya.

Pembangunan flyover Purwosari di perlintasan sebidang Jalan Slamet Riyadi mendesak dilakukan. Di ruas jalan utama Kota Solo tersebut sering terjadi kemacetan. Selain jalur utama, jalur tersebut juga sangat dekat dengan Stasiun Purwosari. Apalagi jalur tersebut merupakan jalur ganda Solo – Yogyakarta, sehingga intensitas perjalanan kereta api juga sangat padat.

Sesuai desain awal yang disusun Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Jateng, panjang badan yang akan dibangun sepanjang 2,375 kilometer. Sedangkan panjang jalan layang di sekitar perlintasan sebidang direncanakan adalah 450 meter.

Baca Juga:   Mobil Listrik Buatan China Diuji di Solo

“Ini lelang sedang menunggu persetujuan kontrak multiyear dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu),” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Bina Marga DPUPR Nur Basuki mengemukakan, hingga kini penyesuaian rencana anggaran biaya (RAB) proyek tersebut sedang dilakukan Satker P2JN. Penyesuaian prediksi biaya itu dilatarbelakangi revisi desain jalan layang, dari tipe Y menjadi tipe I.