Pemerintah Incar Emak-emak Genjot Jumlah Investor Dalam Negeri

REKANBOLA – Pemerintah menyadari kaum milenial dan ibu rumah tangga menjadi investor potensial. Hal ini dilakukan dalam upaya pendalaman pasar keuangan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, berdasarkan data otoritas jasa keuangan, investor lokal saat ini baru mencapai 1,5 juta orang. “Itu kecil banget,” ujarnya di Bali, Jumat (7/12) kemarin.

Menurutnya, kaum milenial dan ibu rumah tangga laik menjadi fokus untuk diberdayakan dalam meningkatkan kepemilikan investor lokal. “Kita coba dengan BI, OJK. Kita makin meningkatkan porsi pembiayaan dari dalam negeri dan ritel,” tuturnya.

Selain itu, pemerintah juga terus menggenjot jumlah kelas menengah di Tanah Air. Harapannya, dengan kesejahteraan yang meningkat, maka mereka dapat berinvestasi.

“Untuk menciptakan investor base, kelas menengah di pertebal. Maka perlu peningkatan kesejahteraan.”

Sebelumnya, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah Single Investor Identification (SID) per Oktober 2018 mencapai 1,54 juta orang. Jumlah tersebut meningkat 37 persen dibanding tahun lalu yang sebanyak 1,12 juta investor.

Direktur KSEI, Syarifuddin menyebutkan jumlah investor tersebut terdiri dari investor saham, surat utang (obligasi), reksadana, Surat Berharga Negara (SBSN) dan efek lainnya yang tercatat di KSEI. Selama periode Januari-Oktober 2018, jumlah investor saham di Pasar Modal mencapai 813.969.

Sementara investor reksadana dan SBN masing-masing sebesar 933.094 dan 185.252. “Sisanya sebesar 1.638 adalah investor saham scrip,” kata Syarifuddin.

Jika mengacu pada sebaran investor secara demografi, 73,78 persen investor berada di Jawa, Sumatera 14,35 persen, Kalimantan 4,44 persen, Sulawesi 3,44 persen, Bali, NTT dan NTB 2,84 persen dan Maluku serta Papua 1,14 persen.

“Dari jenis kelamin sebesar 59,4 persen adalah investor pria dan 40,6 persen wanita,” ujarnya.

Baca Juga:   Tipe Pengendara Motor Paling Ngeselin yang Sering Ditemui di Jalanan. Kamu Salah Satunya?