Pemerintah targetkan rehabilitasi rumah terdampak gempa Lombok selesai dalam 6 bulan

REKANBOLA – Pembangunan kembali atau rehabilitasi kontruksi rumah-rumah terkena dampak gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat diperkirakan selesai dalam enam bulan ke depan. Pemerintah mencatat sebanyak 204.000 rumah terdampak kerusakan gempa di Lombok dengan tingkat kerusakan berat, sedang dan ringan.

“Kita mempercepat bagaimana pembangunan bantuan untuk rumah ya. Jadi kita sudah verifikasi dari total keseluruhannya itu dari 204.000 kan rumah itu sudah 80 persen kita verifikasi dan itu segera kita berikan pendanaan pada masyarakat,” kata Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Harmensyah, saat ditemui usai rapat koordinasi di Kemenko PMK, JakartaPusat, Jumat (5/10).

Dia menyebutkan, teknis pembangunan rumah tersebut adalah pemberdayaan masyarakat. Di mana, setiap keluarga mendapat dana bantuan berdasarkan tingkat kerusakan yang dialami.

“Kita kasih duitnya kepada masyarakat. Satu rumah rusak berat Rp 50 juta, rusak sedang Rp 25 juta dan rusak ringan Rp 10 juta ya,” ujarnya.

Adapun dalam proses pembangunannya, masyarakat akan mendapat pendampingan dari BNPM dan Kementerian PU-PR. “Sekarang sudah mulai membangun di Lombok,” ucapnya.

“Kita bantu pendampingan teknis terhadap rumah – rumah yang akan dibangun. Tapi sistemnya pemberdayaan masyarakat, dibantu oleh fasilitator – fasilitator, nanti fasilitator menyiapkan dokumen – dokumen teknis kemudian administratif,” sambungnya.

Selain itu, pendampingan juga dilakukan dalam proses distribusi bahan bangunan atau material. “Kita juga memperjuangkan harga. Harga dari material jangan sampai tinggi. Kalau tinggi tentu juga masyarkat kesulitan, termasuk untuk bagaimana kita memperjuangkan agar tidak terkena PPN dan PPh bagi orang – orang yang menyiapkan bahan,” tutupnya.

 

Baca Juga:   BCA Tebar Dividen Rp 255 per Saham

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *