Pemkot Surabaya Krisis ASN, Ini Cara Risma Mengatasinya

Rekanbola – Pemkot Surabaya krisis jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) karena tiap tahun terus menyusut karena pensiun. Namun tidak ada penambahan karena tidak ada pembukaan lowongan CPNS dari pemerintah pusat.

Menurut Wali Kota Tri Rismaharini, pertama kali menjabat jumlah ASN Kota Surabaya mencapai 21 ribu. Saat ini tinggal 13 ribu lebih. Namun Risma mengaku tidal bisa berbuat banyak meski sudah mengajukan ke pemerintah pusat.

“Nggak tahu kapan, tergantung sana (pusat). Kalau tidak buka ya tidak bisa. Sebetulnya kebutuhannya mendesak terutama guru SD dan kelurahan,” kata Risma, Senin (25/6/2018).

Upaya yang dilakukannya untuk memenuhi kebutuhan ASN melakukan merger kelurahan dan sekolah SD dan SMP.

Ia pun mencontohkan jika tiap tahun ada guru pensiun 400 sampai 600 orang, sehingga makin lama makin habis.

“Makanya ada beberapa kelurahan dan sekolahan kita merger seperti komplek SD Rangkah dulu ada tiga atau empat sekolah, sekarang kepala sekolahnya dijadikan satu.

Ada juga kelurahan yang kita merger atau gabung seperti kelurahan Perak Timur. Jadi lumayan, nanti ada lurah, kasinya 3, sekel 1, jadi aku gak harus memenuhi 5 struktural.

Itu aja kasi-kasi masih banyak yang kurang di kelurahan, nanti kalau saya ambil ngamuk dinasnya,” ungkapnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Surabaya Mia Shanti Dewi mengaku sudah ajukan 513 ASN ke Badan Kepegawaian Negara.

“Kebijakan belum ada, cuma kami sudah ajukan itu,” kata Mia saat dihubungi terpisah.

513 itu di antaranya adalah 344 untuk Pendidikan, 49 Kesehatan dan 120 tenaga teknisi. Sampai hari ini lanjut Mia belum ada tindak lanjut kebijakan Kemendagri seluruh nasional terkait pelaksanaan seleksi CPNS.

Baca Juga:   Jokowi Dapat Kartu Hijau dari Generasi Muda DPP PAN

“Belum ada info soal seleksi CPNS, untuk rekrutmen kalau ada kita umumkan resmi lewat web resmi kami www.surabaya.co.id. Kalau tidak ada berarti belum,” tambahnya.

 

 

(Sumber : detik.com)