Pemutihan Denda, Samsat Lubukpakam Bagi-bagi Telur Rebus kepada Wajib Pajak

 

Rekanbola – Pemerintah Provinsi Sumut mulai memberlakukan program peringanan pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama (BBN) kendaraan bermotor untuk pemilik kedua dan seterusnya mulai hari ini, Rabu (28/11/2018).

Program ini dilakukan selama satu bulan dan akan berakhir pada 28 Desember mendatang.

Pantauan Rekanbola.com di kantor Samsat Lubukpakam, suasana hari pertama masih terlihat normal. Tidak ada pemandangan antrean barisan orang yang ingin melakukan pembayaran.

Meski demikian, pihak Samsat Lubukpakam sudah mengantisipasi apabila terjadi lonjakan. Terlihat kalau pada bagian halaman depan sudah disediakan tenda khusus dengan kursi-kursi untuk mengantisipasi warga yang bayar pajak.

Di hari pertama pemberlakuan program ini pihak Samsat Lubukpakam pun memberikan layanan tambahan kepada wajib pajak berupa pembagian telur ayam rebus.

Hal ini pun sudah pernah dilakukan ditahun sebelumnya ketika adanya program yang sama yang saat itu Kepala UPT Samsat dijabat Nur Elly Heriani Rambe.

Plt Kepala Samsat Lubukpakam, Syaiful Bahri, menjelaskan bahwa pemutihan ini adalah penghapusan denda pajak kendaraan yang tahun kendaraannya tidak ditentukan seperti dari tahun 1999 ataupun 2000 sedangkan BBN harus pemiliknya yang tangan kedua.

“Tidak ditentukan kendaraannya tahun berapa, mau mati pajaknya 10 tahun pun bisa. Nah kalau BBN, pemiliknya merupakan orang kedua, atau pemilik kedua kendaraan itu,” kata Syaiful.

Ia menyebutkan untuk dihari pertama ini disediakan 150 butir telur rebus, sebagai tandaterimakasih kepada masyarakat karena telah bersedia datang.

“Telur ini jugakan bergizi dan bervitamin supaya bisa menarik lagi besok dan wajib pajak diharapkan bisa datang tepat waktu untuk membayar pajaknya,” kata Syaiful Bahri.

Wajib pajak yang datang ke kantor Samsat ini cukup merasa senang dengan apa yang dilakukan oleh pihak Samsat. Banyak yang kaget karena merasa pelayanan seperti ini jarang didapatkan di kantor-kantor pelayanan Pemerintahan.

Baca Juga:   Diduga Keracunan Gas CO Genset, Sepuluh Siswi SMP Dilarikan ke RS

Sementara wajib pajak yakni Sarwono mengatakan ia mengurus pajak ini ada tiga kendaraan sepeda motor miliknya. Disebutkannya, dia mendapatkan kabar ada pemutihan dari spanduk, brosur maupun dari medsos.

“Ada yang mati setahun ada yang dua tahun pajaknya. Ya, kami sangat terbantu kali dengan adanya pemutihan ini,” tandas Sarwono yang saat itu sedang antri di dalam ruangan tunggu wajib pajak.