Penangkapan di Klaten, Warga Kaget Tetangga Diciduk Densus 88

REKANBOLA – Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang perempuan berinisial YW (35) di rumah orang tuanya Dukuh Desan Wetan RT 5 RW 2 Desa Joton, Jogonalan, Klaten, Kamis (14/3) sore. Penangkapan YW membuat warga terkejut. Hal itu karena YW yang lahir di desa tersebut tak pernah menunjukkan perilaku yang aneh. Demikian juga orangtua dan keluarga serta kerabat yang ada.

Wakijo, Kadus 1 Desa Joton yang rumahnya tak jauh dari tempat tinggal YW mengaku kenal dengan wanita yang sekarang tinggal di Jakarta tersebut. Saat masih remaja perilaku YW tidak ada yang aneh. Dia dan kedua orang tua maupun anggota keluarga lainnya berhubungan baik dengan tetangga.

“Mbak Yuli (YW) itu asli kelahiran sini (Desa Joton). Saya sendiri terkejut, karena keluarga mereka dari dulu tidak ada afiliasi ke situ. Keagamaannya ya landai-landai saja, tidak ada yang aneh,” ujar Wakijo saat ditemui wartawan, Jumat (15/3).

Wakijo menduga, setelah pindah domisili, YW menjadi berubah. Lingkungan atau pergaulan YW, lanjut dia, sangat mempengaruhi kondisinya saat ini. YW menurut dia, pindah dari Desa Joton, sekitar 15 tahun lalu, atau selepas lulus SMA.

“Lho kok jadi seperti ini, saya kaget sekali. Setelah pindah kita sudah tidak tahu pergaulannya sama siapa,” katanya.

Lebih lanjut Wakijo mengungkapkan, semenjak pergi dari rumah, dirinya jarang melihat wanita 35 tahun tersebut pulang. Padahal di desa tersebut, YW masih mempunyai seorang ibu kandung dan kerabat lainnya. Saat pulang pun, YW yang dikabarkan sudah memiliki suami dan anak, justru terlihat sendiri.

Wakijo mengatakan, YW sudah tidak ber-KTP Klaten karena sudah berpindah ke Jakarta. Namun sejak kecil, YW tinggal dan sekolah di Klaten.

Baca Juga:   Hilang Sepekan, Siswi SMA di Bengkulu Ditemukan Tewas Membusuk

“SD ya di Tambakan 1, SMP dan SMA juga disini,” katanya.

“Sebenarnya warga tidak resah, cuma terkejut. Terkejutnya kok warga saya, tetangga saya, teman saya seperti itu. Padahal dulu nggak seperti itu, sangat prihatin kita. Apalagi ibunya yang sudah seperti itu, hidup sendiri sama anak yang terakhir,” katanya lagi.