Penembakan Masjid di Selandia Baru, Wapres JK Instruksikan Cari Tahu Nasib 3 WNI

REKANBOLA – Wakil Presiden Jusuf Kalla menginstruksikan Dubes Indonesia Untuk Selandia Baru Tantowi Yahya untuk mencari tiga WNI yang belum diketahui nasibnya pasca penembakan di Masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3) siang waktu setempat. JK meminta Tantowi Yahya terus mencari tahu informasi tiga WNI yang belum berhasil dihubungi.

“Ya saya menginstruksikan Pak Dubes untuk memantau terus dan berusaha menemukan, mengetahui kemana yang enam orang tadi. Karena tiga sudah diketahui dan sisa tiga belum,” kata JK di Kantornya, Jalan Merdeka Utara, Jumat (15/3).

Dia juga meminta kepada WNI di sana agar terus berhati-hati. “Ya hati-hati,” kata JK.

Sebelumnya, Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern menyampaikan sebanyak 40 orang meninggal dunia dalam insiden penembakan di masjid yang terletak di Kota Christchurch, pada Jumat pagi waktu setempat. Dan dalam insiden itu, sampai saat ini empat orang telah ditangkap polisi. Penembakan terjadi di Masjid Al Noor di Deans Ave dan Masjid Linwood di Linwood Ave, Christchurch.

Pernyataan ini disampaikan Ardern pada Jumat (15/3) pukul 19.00 waktu Selandia Baru. Sementara itu, Kepala Eksekutif Dewan Kesehatan Distrik Canterbury, David Meates mengatakan 48 orang dengan luka tembak juga dirawat di Rumah Sakit Christchurch.

Para pasien yang terluka terdiri anak-anak muda hingga orang dewasa dan kondisi mereka ada yang kritis hingga minor. Beberapa korban harus menjalani operasi dan beberapa lainnya telah dibawa ke fasilitas kesehatan lain di Selandia Baru.

Komisaris Polisi Mike Bush mengatakan polisi setempat telah melakukan beberapa tindakan yang sangat tegas untuk menangkap tiga pria dan seorang perempuan setelah penembakan. Petugas yang melakukan penangkapan memegang senjata api.

“Kami belum tahu apakah ada pelaku lain. Kami juga belum bisa berasumsi para pelaku ini jumlahnya banyak,” jelasnya.

Baca Juga:   Iran Salahkan AS Atas Kejahatan Terhadap Manusia di Yaman