Pengamanan Pemilu 2019, Kapolda Metro antisipasi terorisme hingga berita hoaks

Rekanbola – Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis memastikan keamanan ibu kota memasuki tahapan masa kampanye hingga pencoblosan Pemilu 2019. Persiapan pengamanan Pemilu 2019 telah dilakukan di Monas. Setidaknya 16.000 personel gabungan Polri dan TNI diterjunkan untuk pengamanan.

Pengamanan sudah dimulai ketika deklarasi damai di Monas akhir pekan lalu, Minggu (23/9). Khusus untuk polda Metro Jaya, Idham sudah mengerahkan 2/3 kekuatan untuk pengamanan.

“Itu juga tentu kita melihat situasi kalau nanti kekurangan kita lapor ke Mabes Polri. Mungkin nanti kita back up oleh pasukan cadangan dari Mabes Polri,” ujar Idham Azis.

Dengan segala persiapan dan koordinasi dengan instansi lain, Idham yakin bisa mengamankan kondisi ibu kota. Dia berkaca dari pengamanan pada saat Pilkda DKI Jakarta.

Hanya saja, ada beberapa hal yang penting diantisipasi. Mulai dari potensi terorisme hingga penyebaran kabar bohong yang memecah belah kesatuan bangsa.

“Yang paling kita antisipasi adalah pertama menyangkut masalah terorisme, kedua masalah kejahatan-kejahatan yang bisa mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jakarta. Ketiga, karena sudah masuk masa kampanye, yang kita antisipasi kampanye hitam, hoaks yang bisa membuat situasi masyarakat jadi terpecah,” jelasnya.

Secara keseluruhan, mabes Polri sudah membentuk Satgas Nusantara. Termasuk melakukan untuk mendeteksi dini penyebaran kabar bohong atau hoaks maupun kampanye hitam yang beredar di media sosial.

Baca Juga:   Lulusan S1 dan SMA Pesimistis Dapat Kerja, Sandiaga Siapkan Programnya