Pengamat Asing Yang Dikutip Prabowo Bantah Jokowi Otoriter, TKN: 02 Harus Minta Maaf!

REKANBOLA – TKN meminta Prabowo untuk minta maaf setelah tuduhan Jokowi Otoriter dibantah pengamat asing Tim Lindsey.
Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin meminta kubu Prabowo untuk meminta maaf setelah membuat tuduhan Jokowi otoriter yang disampaikan dalam dalil gugatan sidang sengketa pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK).

Tuntutan ini dilayangkan setelah pengamat asing yang sebelumnya dikutip oleh tim Prabowo-Sandi dalam dalil gugatan, Tim Lindsey membantah jika karya ilmiahnya menyebut Jokowi sebagai rezim otoriter.

Lalu, akankah Prabowo meminta maaf setelah tuduhan Jokowi otoriter terbantahkan?

1.
Sentil kecerobohan BPN Prabowo-Sandi

Dilansir dari Detikcom, Minggu (16/6),TKN Jokowi-Ma’ruf memberikan sentilan setelah pengamat asing yang dikutip dalam dalil gugatan soal Jokowi otoriter melakukan bantahan dan klarifikasi.

Mereka menyebut jika BPN Prabowo-Sandi terlalu bersemangat untuk mengambil fakta-fakta dan tidak mempertimbangkan kaidah etika yang tepat dalam melakukan pengkutipan.

“Pihak BPN 02 itu terlalu bersemangat mengambil pendapat yang tidak terkonfirmasi kepada yang bersangkutan sehingga mereka merasa keberatan terhadap pendapat mereka yang disampaikan dalam permohonan pemohon,” ucap Direktur Hukum dan Advokasi TKN, Ade Irfan Pulungan.

2.
Tim Lindsey bantah Jokowi otoriter

Sentilan itu muncul setelah pengamat politik asing dan juga guru besar dari University of Melbourne, Tim Lindsey melakukan protes dan klarifikasi atas penggunaan karya ilmiahnya dalam persidangan sengketa pemilu di MK.

Dia pun menegaskan jika karya ilmiah yang digunakan berada dalam konteks kesulitan politik yang dihadapi Jokowi pada tahun 2017 dan bukan menghakimi rezim Jokowi sebagai rezim otoriter.

“Saya juga tidak pernah sebutkan ada kecurangan dalam pemilu,” tambahnya.

 

Baca Juga:   4 Jawaban Kocak Anak SD Ngejawab Soal IPA, Masuk Akal Tapi Nyeleneh