Penghuni Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya Diangkut Polisi

Rekanbola-  Buntut bentrok dengan ormas antara penghuni Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan 10, Tambaksari. Hingga melukai seorang anggota ormas. Petugas kepolisian membawa puluhan mahasiswa papua ke kantor polisi.

Sebelum mengamankan sejumlah penghuni asrama mahasiswa papua. Proses negosiasi polisi dengan penghuni sempat alot. Mereka minta surat izin penggeledahan ke petugas.

Bahkan saat petugas meminta masuk untuk menjemput salah satu dari penghuni yang melakukan penganiyaan terhadap ormas. Mereka memilih menunjukan barang bukti sebilah parang kepada petugas.

Namun, pada Rabu (15/8/2018), sekitar pukul 22.15 WIB satu kompi anggota polisi dari Satsabara Polrestabes Surabaya yang dimpimpin langsung oleh Kasatsabhara AKBP Deny Kuncoro Feri Prabowo langsung memerintahkan anggotanya memasuki asrama. Puluhan penghuni Asrama Mahasiswa Papua sempat menolak saat digiring masuk ke truk polisi.

Merekapun berteriak “hidup mahasiswa Papua…hidup mahasiswa Papua…,” teriak salah satu mahasiswa asal papua saat di dalam truk polisi, Rabu (15/8/2018).

Bahkan salah satu dari penghuni Asrama Mahasiswa Papua juga kembali menolak digelandang masuk ke truk secara terpisah oleh petugas. Mereka meminta berada di dalam satu truk.

Saat truk polisi yang mengangkut puluhan penghuni Asrama Mahasiswa mereka juga meneriaki kata ‘Papua Merdeka’.

‘Papua merdeka…Papua merdeka…Papua merdeka,” teriak para mahasiswa.

Sementara itu, akibat kejadian ini, Jalan Kalasan menjadi ramai karena warga setempat ikut melihat peristiwa tersebut.

 

( Sumber : detik.com )

Baca Juga:   Golkar: Sampai mati pun Fahri Hamzah tetap PKS