Pengrajin Rotan Menuai Berkah Dari Pelemahan Rupiah

Rekanbola – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD), menjadi berkah tersendiri bagi eksportir kerajinan rotan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Kejatuhan kurs rupiah yang sempat mendekati level Rp15.000, membuat pengrajin rotan yang mengirimkan barangnya ke eropa mendapat keuntungan 5 hingga 10%.

Meski demikian, keuntungan tersebut masih harus dibagi dengan adanya sejumlah material bahan yang harus dibeli secara impor. Salah satu yang menuai keuntungan dari pelemahan kurs rupiah yakni para pengrajin rotan di Desa Tegalsari, Kecamatan Plered, Cirebon yang terus menggenjot produksinya.

Para pengrajin yang mengolah rotan menjadi berbagai jenis kerajinan mulai dari kursi, meja, tempat tidur hingga berbagai aksesoris, nampaknya tidak terpengaruh dengan merosotnya nilai tukar rupiah. Justru melemahnya mata uang Indonesia menjadi sangat menguntungkan.

“Sejauh ini, para pengusaha rotan masih terus berusaha memenuhi permintaan ekspor yang sedikit meningkat ke sejumlah negara Eropa seperti Jerman, Itali dan Prancis serta negara di Timur Tengah. Para pengrajin rotan pun harus memenuhi pasokan bahan baku, untuk memenuhi permintaan tersebut,” terang Pengusaha Rotan Sumarca.

Bagaimana tidak, meningkatnya permintaan ekspor terhadap kerajinan tangan berbahan utama rotan dari sejumlah negara di eropa dan timur tengah membuat para pengusaha dan pengrajin kebanjiran dolar. Setiap minggunya, para eksportir tak pernah berhenti mengirimkan satu kontainer berisikan ratusan kerajinan rotan

Baca Juga:   Dolar AS Menguat, Kunjungan Wisman ke Borobudur Naik 100%