Penguin Antartika Mulai Tertular Bakteri Bawaan Turis

Rekanbola – Sebagai salah satu maskot di Antartika, kemaslahatan populasi penguin sedang mengalami ancaman serius. Jumlah kunjungan wisatawan yang meningkat pesat ke daerah bersuhu dingin ini rupanya membawa dampak negatif bagi kawanan burung bertuksedo ini.

sekitar 40 ribu wisatawan dan peneliti mengunjungi Antartika setiap tahunnya. Karena penguin dipercaya memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, mereka dapat dengan mudah tertular bakteri bawaan manusia yang berkunjung ke sana.

Pada sebuah survei yang dilakukan pada tahun 1947 ditemukan bahwa ratusan penguin telah tertular penyakit seperti salmonella, e. coli, virus West Nile dan infeksi virus cacar Avian.

Tak banyak dari mereka yang selamat dari penularan tersebut.

Peneliti dari Universitas Selandia Baru juga menulis dalam jurnal mereka bahwa ribuan kasus kematian penguin dapat dikaitkan dengan penyebaran penyakit yang berasal dari luar habitatnya.

Kesimpulan tersebut semakin mengerucut dengan ditemukannya kasus tewasnya enam bonobo di suaka margasatwa Kongo akibat tertular virus influenza dari manusia.

Penularan ini dikenal sebagai reverse zoonosis.

Para ilmuwan khawatir bahwa fenomena ini dapat mengantarkan penguin dan kawan-kawannya menuju kepunahan.

Penelitian yang mencari sebab akibat bakteri bawaan manusia terhadap hewan di Antartika ini juga dilakukan oleh para ilmuwan dari Universitas Barcelona, yang mempelajari aktivitas sekitar 600 burung sepanjang tahun 2008 hingga 2011 di empat lokasi di Antartika, yakni; Pulau Livingston, Pulau Marion, Pulau Gough, dan Kepulauan Falkland.

Menurut penelitian tersebut burung-burung, termasuk penguin, skuas coklat, petrels raksasa selatan dan camar rumput laut, diketahui telah terjangkit bakteri bawaan manusia, seperti campylobacter dan salmonella.

Meski masih memerlukan penelitian lebih lanjut terkait dampak lain yang memperparah kekebalan tubuh hewan, ilmuwan sepakat menyatakan bahwa bakteri bawaan manusia dapat mengancam ekosistem di kawasan kutub.

Baca Juga:   Kamu yang Suka Makeup, Lakukan 5 Hal Ini Agar Tetap Hasilkan Uang!

Salah satu ilmuwan yang tergabung dalam tim tersebut, Marta Cerda-Cuallar, mengatakan hewan apapun dapat terancam oleh bakteri bawaan manusia.

Dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang melancong ke objek wisata alam, Cerda melanjutkan, kontrol yang lebih ketat harus dilakukan kepada mereka demi menekan kasus reverse zoonosis.

Protokol Antartika Perjanjian tentang Perlindungan Lingkungan telah menetapkan serangkaian aturan mengenai aktivitas manusia di Antartika untuk mengurangi “polusi bawaan manusia” di benua putih. Namun masih banyak kawasan yang luput dari pengawasan.

“Pemerintah dan organisasi ilmiah perlu berbuat lebih banyak untuk membatasi dampak kehadiran manusia di alam bebas, salah satunya di Antartika, termasuk membuat sistem terpadu untuk mengatasi limbah yang dibawa manusia ke objek wisata alam,” kata Cerda.