“Pensiunan Tentara” Ini Baru Menyadari Bahwa Uangnya Tidak Cukup Untuk Bayar di Kasir. Siapa Sangka, “Reaksi Orang di Belakangnya” Bikin Meleleh!

Rekanbola – Keamanan dan stabilitas negara semuanya dijamin oleh tentara militer. Oleh karena itu, hal inilah yang membuat banyak orang sangat mengagumi dan menghormati para tentara militer.

Sama seperti tentara militer, mereka menlindungi semua hak orang tanpa memandang ras, suku, agama hingga warna kulit.

Meski sebagian besar orang Amerika Serikat sangat menghormati dan mendukung tentara militer. Tapi, apa yang akan mereka lakukan jika berhadapan dengan anggota militer yang tengah mengalami kesulitan ekonomi?

Sebuah program TV Amerika yang berjudul What Would You Do ini akan mencari tahu bagaimana reaksi orang-orang ketika bertemu anggota militer yang ternyata tidak punya cukup uang ketika sedang berbelanja kebutuhan sehari-harinya di supermarket.

Eksperimen sosial ini dilakukan oleh seorang veteran bernama Ryan dan seorang kasir bernama Lorraine. Mereka akan menguji bagaimana reaksi orang-orang ketika melihat anggota militer mengalami kesulitan ekonomi.

Pertama, Ryan yang berperan sebagai veteran ini membeli keperluan sehari-harinya seperti popok bayi, susu bubuk bayi, makanan bayi dan lainnya. Setelah itu dia membawa barang belanjaannya ke kasir.

Ketika penjaga kasir, Lorraine menggesek kartu kredit Ryan, ternyata kartu kreditnya tidak bisa digunakan.

Meski Ryan sudah membuka dompet dan seluruh sakunya, uang tunainya masih tidak cukup untuk membayar semua barang belanjaanya. Ryan pun mulai mencoba mengembalikan beberapa barang belanjaannya ke rak.

Melihat pemandangan menyedihkan seperti ini terjadi di hadapan orang yang sedang mengantri untuk membayar di belakang, apa kira-kira yang akan mereka lakukan?

Percobaan pertama dilakukan terhadap seorang wanita tua yang sedang mengantri di belakang Ryan. Melihat kejadian ini, wanita tua itu dengan mantap berkata, “aku yang bayar.”

Baca Juga:   Helen Sumardjo, Wanita Australia yang Suka Memasak Makanan Indonesia

Ketika Ryan sedang mulai meletakkan sebagian belanjaannya ke rak, wanita tua itu langsung berkata, “jangan bawa popok bayi itu.”

Ia pun bertanya dimanakah Ryan tinggal karena jika dekat, ia sangat bersedia membiarkan Ryan membawa anak-anak ke rumahnya agar ia bisa membantu merawatnya supaya Ryan bisa tenang bekerja di luar.

Setelah itu, beberapa orang yang memang kebutuhan hidupnya sudah tercukupi yang bersedia membantu Ryan. Tapi, bagaimana jika hal ini diujikan kepada orang yang kemampuan ekonominya terbatas? Apakah reaksi mereka akan sama?

Kemudian, seorang pria paruh baya yang rambutnya dipenuhi uban ini tiba-tiba mengeluarkan $20 dari dompetnya kepada kasir dan berkata kembaliannya berikan saja pada Ryan.

Meskipun akhirnya diketahui bahwa kehidupan pria paruh baya ini tidak seberapa lancar, ia tetap bersedia membantu membayarkan barang belanjaan Ryan dan juga menyemangati Ryan untuk tetap semangat dan optimis menjalani hidupnya. “Segalanya akan menjadi lebih baik”, katanya kepada Ryan.

Selain kemurahan hati pria tadi, wanita ini juga mengeluarkan sisa $3 dari sakunya karena dihitung-hitung uangnya masih kurang 50 sen.

Jadi, ia meminta kepada kasir untuk membantu membayar 50 sen sisanya.

Dan karena semua uangnya sudah diberikan kepada veteran tersebut, ia tidak bisa membeli apa yang dia inginkan.

Tapi, ia tetap puas dan berkata “saya memiliki cinta Tuhan untuk saya. Tuhan sangat baik, dia akan membawa masa depan yang lebih baik.”

Dan sampai di orang terakhir. ketika kartu kredit Ryan tidak bisa digesek, wanita langsung berkata, “pakai kartuku saja.” Dia berkata bahwa suaminya juga adalah tentara militer jadi dia sangat mengerti kondisi Ryan.

Faktanya, video ini juga membangkitkan antusiasme dan kepedulian orang Amerika terhadap para tentara. Bagaimanapun juga, ini terlihat seperti pahlawan di medan perang. Tentara Amerika akan kembali ke kampung halaman mereka setelah mereka pensiun.

Baca Juga:   Sergio Ramos Pilih Liga Champions daripada Copa del Rey

 

(Sumber : cerpen.co.id)