Penumpang Taksi Online Terbunuh, Pemerintah China Geram

Rekanbola – Setelah seorang penumpang wanita diperkosa dan dibunuh oleh supir Didi Hitch pada hari Jumat (24/8), pemerintah China mengatakan bahwa Didi Chuxing memiliki tanggung jawab yang tidak dapat dielakkan.

“Jika sebuah perusahaan tidak memenuhi persyaratan dan berdisiplin dan menganggap nyawa penumpang sebagai sebuah permainan, publik akan menuntut dan pemerintah takkan tinggal diam,” sebut Kementerian Transportasi China di situsnya.

Perwakilan Didi pun telah bertemu dengan kepolisian dan Kementerian Transportasi China. Kedua departemen tersebut memerintahkan Didi untuk merubah platform-nya secara keseluruhan untuk memastikan standar keamanan bagi penumpang.

Perwakilan dari Didi juga mengatakan bahwa perusahaannya merasa bertanggung jawab dan akan menyelesaikan operasi kepatuhan baru pada 1 September untuk kemudian diinspeksi oleh kementerian dan publik.

Kritik terhadap Didi pun terus berdatangan, mulai dari figur publik hingga media milik pemerintah. Bahkan anggota keluarga korban juga mengkritik kebijakan keamanan Didi.

“Kalian memiliki banyak insiden. Apa yang akan kalian lakukan terhadap isu keamanan dan layanan?” kata anggota keluarga korban yang menolak menyebutkan namanya kepaa Qinjiang Evening News, seperti dikutip rekanbola dari Reuters, Selasa (28/8/2018).

Media resmi China, Xinhua News Agency mengkritik Didi karena tidak melakukan upaya lebih konkrit untuk mencegah insiden tersebut. Mereka juga mengatakan bahwa Didi harus mendapatkan hukuman jika gagal menempatkan keamanan penumpang sebagai prioritas utama.

Aktor terkenal China, Wang Chuanjun juga menunjukkan lewat akun Weibo-nya bahwa ia telah menghapus aplikasi Didi di smartphonenya. Postingannya telah dibagikan sebanyak 58 ribu kali di Weibo dan hashtag ‘Wang Chuanjun uninstalls Didi’ telah dilihat sebanyak 9 juta kali.

Baca Juga:   Suami habisi selingkuhan istri