Peringati Hari Guru ke-73, SD YPHI Siantar Gelar Pawai Pakaian Adat dan Profesi

Rekanbola – Siswa-siswi Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Hidayahtul Islamiyah (SD YPHI) beserta orangtua wali murid mengikuti pawai memperingati Hari Guru ke-73 dengan memakai pakaian adat dan profesi Sabtu (24/11/18) sekira pukul 7.30 Wib.

Peringatan Hari Guru yang jatuh pada 25 Nopember 2018 mengambil tema tema “Guru Pemacu Transformasi Pendidikan”.

Pantauan metro24Jam.com, kegiatan pawai diawali dari sekolah berlokasi di Jalan Padang Sidempuan No 44 Siantar menuju Jalan Sipirok, Raya, lalu kembali ke sekolah di mana siswa-siswi menimba ilmu.

Perjalanan para siswa juga diiringi iringan pemain drum band dari sekolah, sehingga terlihat semakin semarak dan menarik perhatian masyarakat yang menyaksikan.

Kegiatan yang cukup unik ini cukup membuat para pengguna jalan tertarik, karena para siswa SD dan guru YPHI berdandan mengenakan pakaian adat dari beberapa suku di Indonesia, mulai dari Aceh, Batak, Minang, Palembang, Lampung, Jawa, Bali, Ambon, Bugis, Dayak, Papua dan suku lainnya.

“Lucu melihat aksi anak-anak ini saat siswa YPHI membelok ke kiri memasuki Jalan Sipirok,” kata Wagiman (55), seorang pengguna jalan.

Wiwin, salah satu orangtua sangat mendukung kegiatan yang dilakukan pihak YPHI dalam memperingati Hari Guru kali ini.

“Berjalan dengan pakaian adat ini jelas semakin menumbuhkan rasa kecintaan anak-anak terhadap persatuan Indonesia yang terdiri dari berbagai suku yang disebut Bhinneka Tunggal Ik. Apalagi, dengan berpakaian profesi, anak anak akan termotivasi untuk meraih cita-citanya kelak,” kata warga Setia Negara 1 itu.

Terpisah, Kepala Sekolah YPHI, Hj Suwarni SAg, saat ditemui di ruang kerjanya mengatakn, acara ini adalah dalam rangka memperingati hari Pahlawan Tanpa Tanda Jasa atau Hari Guru, yang digelar setiap tahunnya.

Baca Juga:   11 Tersangka Pornografi Anak Ditangkap di AS, Termasuk Staf Disney

“Kegiatan kali ini sengaja kami gelar dengan mengenakan pakaian adat dan profesi diikuti oleh seluruh siswa dan guru bahkan orangtua wali murid pun juga boleh mengikutinya,” kata dia.

Dengan mengenakan pakaian adat, kata Suwarni, tak lain bertujuan mendidik siswa agar dapat menanamkan kembali rasa cinta persatuan dan budaya bangsa dari berbagai macam suku, ras dan agama dengan tidak dapat dipecah-belah dari pihak manapun.

Selanjutnya acara diisi dengan berbagai aksi hiburan tarian, drama, puisi dan lainnya yang dipersembahkan masing-masing kelas. Selain itu, ada juga acara penarikan hadiah kupon lucky draw yang menyuguhkan bermacam hadiah menarik yang menambah kemeriahan perayaan Hari Guru