Permainan Manchester United Membosankan karena Kualitas Skuad Hanya Sebatas Itu

REKANBOLA – Louis van Gaal tak menahan diri untuk membongkar buruknya kondisi internal Manchester United. Sebagai mantan pelatih, dia menjelaskan kondisi skuad MU yang jauh dari kualitas tim top pada masanya jadi pelatih. Skuad MU hanya rata-rata.

Van Gaal hanya sebentar menangani MU. Dia menjabat pada Juli 2014, dan diturunkan pada Mei 2016. Pada dua tahun itu, MU kian merosot pasca era buruk David Moyes.

Sebagai pelatih dengan segudang pengalaman, tak ada yang menduga Van Gaal hanya bisa bertahan sebentar. Pada eranya, permainan MU sudah tampak kocar-kacir. Gaya bermain membosankan sudah jadi pemandangan biasa.

Biar begitu, Van Gaal membela diri. Dia mengaku skuad MU memang tidak cukup bagus. Saat diminta memilih pemain terbaik dalam skuadnya pada masa itu, Van Gaal bingung. Dia merasa hanya David De Gea yang pantas dinilai sebagai pemain top.

“Saya kira De Gea telah tampil fantastis [pemain terbaik]. Ini [pemain outfield] membuat saya harus berpikir. Luke Shaw memulai sangat baik tetapi dia cedera oleh PSV. Shaw di atas rata-rata. Ander Herrera di atas rata-rata. Dia memulai tidak terlalu baik tetapi kemudian jadi lebih penting bagi tim,” buka Van Gaal kepada The Guardian.

“Saya kira secara keseluruhan Daley Blind merupakan pemain saya yang paling konsisten dengan kualitas tinggi. Juan Mata juga pemain berkualitas dengan kreativitas tinggi dan saya sangat senang dengan dia karena kami memiliki kekurangan besar soal pemain kreatif.”

“Karena itulah kami bermain seperti itu, yang menurut mata anda: ‘sepak bola membosankan’. Kami tidak punya terlalu banyak pemain kreatif untuk meningkatkan tempo bola dan untuk lebih banyak memainkan umpan vertikal. Namun, saya kira itu masih lebih baik daripada parkir bus.”

Baca Juga:   Jesse Lingard: Rivalitas Sudah Mendarah Daging di Derby Manchester

Baca lanjutan komentar Van Gaal selengkapnya di bawah ini ya.

Pemain Kreatif

MU bermain membosankan karena kualitas pemain yang memang hanya sekadarnya. Van Gaal mengaku sulit mengembangkan permainan karena tidak punya pemain kreatif yang bisa jadi pembeda.

“Kami memainkan tiga penyerang. Kami sering lebih baik daripada lawan kami, tetapi ketika lawan anda memarkir bus, anda membutuhkan pemain kreatif,” lanjut Van Gaal.

“Karena itulah saya membiarkan Di Maria dan Memphis Depay didatangkan sebab mereka merupakan pemain-pemain kreatif dan saya kira tim ini membutuhkan setidaknya tiga atau empat pemain kreatif untuk membongkar lawan-lawan mereka,” tandasnya.

Masalah Van Gaal itu berlanjut di era Jose Mourinho. Manchester United masih pelit mendatangkan pemain top, dan kini Ole Gunnar Solskjaer yang harus menanggungnya.