Petambak Ikan Lele Keluhkan Kenaikan Harga Pakan

Rekanbola – Petambak ikan lele di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai merasakan dampak kenaikan harga pakan ikan, sedangkan harga jual ikan di pasaran belum bisa menyesuaikan kenaikan biaya operasional tersebut.

“Kenaikan harga jual pakan ikan lele memang bertahap hingga beberapa kali,” kata Maesa Agni, salah satu pembudidaya ikan lele dengan sistem bioflok di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Selasa (28/8).

Awalnya, kata dia, harga pakan ikan lele setiap sak isi 30 kilogram sebesar Rp280.000, kemudian naik menjadi Rp287.000 dan terakhir naik lagi menjadi Rp305.000 per sak.

Meskipun ada kenaikan harga jual yang cukup tinggi, kata dia, kualitasnya justru cenderung menurun.

Hal itu, lanjut dia, terlihat dari perkembangan bibit lele yang ditebar tidak bisa dipanen sesuai target waktu sebelumnya, yakni dalam jangka waktu dua bulan.

Akhirnya, kata dia, waktu panen molor menjadi tiga bulan dan masih ada ikan yang harus disortir karena ukurannya belum sesuai persyaratan untuk dijual ke pedagang.

Budi daya ikan lele yang digelutinya, kata dia, memang dilakukan secara mandiri tidak menjalin kerja sama dengan produsen pakan ikan. Karena biaya operasional mengalami kenaikan, kata dia, seharusnya harga jual ikan lele di pasaran ikut naik, namun pangsa pasar ikan lele higienis model bioflok masih kecil.

Akibatnya, lanjut dia, harga jualnya masih tetap sehingga tidak mendapatkan keuntungan yang lebih besar, bahkan ketika tidak bisa melakukan efisiensi bisa merugi.

Untuk menekan biaya operasional, khususnya pakan, dia mengaku, masih mencari jalan keluar, meskipun sudah diupayakan menggunakan tambahan pakan mandiri.

“Pakan mandiri yang bisa dijadikan substitusi pakan pabrikan memang belum menemukan yang kualitasnya terjaga,” ujarnya.

Baca Juga:   Menko Darmin Pastikan Impor Jagung 30 Ribu Ton Februari 2019

Berbeda dengan petambak ikan lele lainnya, Sunandar mengakui belum terpengaruh signifikan dengan harga pakan ikan. Untuk menekan biaya operasional untuk pakan, dia mengaku, tahapan pemberian pakan untuk awal langsung diberikan pakan untuk tahan lanjutan atau tahap kedua, sehingga bisa menekan biaya operasional dan hasilnya panennya juga cukup memuaskan.

Pakan ikan yang berukuran kecil untuk tahap awal bibit yang ditebar, kata dia, memang mahal karena setiap saknya bisa mencapai Rp300 ribu, sedangkan tahap kedua dan ketiga lebih murah karena hanya berkisar Rp280 ribuan per sak.

Harga jual lele di pasaran, katanya, masih mengikuti harga ikan lele model konvensional di tambak dengan harga antara Rp15.000 hingga Rp16.000 per kg. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Pangan Kudus selama tahun 2017, tingkat produksi ikan lele di Kudus mencapai 1.120,78 ton atau 56,04 persen dari total produksi, selebihnya merupakan ikan nila, ikan mas serta ikan bandeng. Daerah penghasil ikan lele terbesar, yakni dari Desa Gondosari, Jurang, dan Jekulo.