Petani Keluhkan Anjloknya Harga Bawang Merah

Rekanbola Sejumlah petani di Kabupaten Pidie, Nangroe Aceh Darusalam, mengeluhkan anjloknya harga jual bawang merah sejak dua pekan terakhir.

Saat ini harga jual bawang merah mencapai Rp10.00/kg, turun dari harga sebelumnya Rp15.000/kg.

“Harga bawang merah sudah seminggu yang lalu turun Rp5.000/kg,” kata seorang petani lokal Sabariah di Utue, Kabupaten Pidie, Selasa (16/10).

Ia menyebutkan pengepul membeli bawang merah dari petani dengan harga Rp10.000/kg, padahal dua minggu terakhir harganya sampai Rp15.000/kg.

Menurut dia, saat tiba masa panen para pengepul acap kali membeli bawang merah dari petani lokal dengan harga yang amat murah, hal tersebut tentu merugikan masyarakat petani.

“Saat kami panen harganya sering kali murah, ya hasilnya hanya mampu menutupi modal,” kata petani tersebut.

Sejumlah petani bawang merah tradisional di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh pada umumnya menabur bibit dari, 20kg hingga 100kg/petani dan tanaman tersebut baru bisa dipanen sekitar 50 hari atau, hingga 60 hari.

Petani bawang wilayah Pidie, dominan terlihat masih merawat tanaman bawang secara alami dan menggunakan pupuk organik dari kotoran lembu, kambing, dan bebek.

Petani bawang merah lainnya, Bachtiar menjelaskan, jika tanaman bawang bagus satu kilogram bibit hasilnya bisa mencapai hingga 20kg dan itu sangat tergantung pada perawatan.

“Hasilnya tidak tentu, kadang satu kilogram bibit hanya menghasilkan 10kg dan jika bagus perawatan atau lagi dibukanya pintu rezeki hasilnya bisa sampai 20kg,” sebutnya.

“Kita masih mempertahankan pupuk organik dan tidak menggunakan pupuk non organik. Tanaman seperti ini menyehatkan,” tambahnya.

Baca Juga:   Akhir Pekan, Harga Emas Dibuka Turun Tipis Rp 1.000 Menjadi Rp 655.000 per Gram