Petani Kopi Garut Penuhi Kebutuhan Ekspor 2019

Rekanbola – Petani kopi di Kabupaten Garut, Jawa Barat, siap memenuhi kebutuhan ekspor kopi untuk Australia dan Ukraina pada 2019 dengan awal transaksi pengiriman masing-masing negara 15 ton.

“Sementara masing-masing 15 ton dulu dan transaksinya akan dilaksanakan pada Januari 2019,” kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Haeruman kepada wartawan di Garut, Rabu (29/8).

Ia menuturkan, permintaan kopi dari Australia dan Ukraina tersebut merupakan yang kedua kalinya, sebelumnya petani kopi dari Garut berhasil mengekspor kopi ke Taiwan.

Kopi yang menjadi daya tarik luar negeri itu, kata dia, jenis arabica berbentuk green bean dengan nilai Rp1,2 miliar untuk pengiriman kopi ke dua negara itu.

“Kopi yang akan diekspor ke Australia dan Ukraina ini berasal dari Kecamatan Cisurupan, Cikajang, Cigedug, dan Bayongbong,” katanya.

Ia menyampaikan, awal permintaan kopi Garut tersebut langsung oleh Kedutaan Besar Australia dan Ukraina kepada Pemerintah Kabupaten Garut, kemudian disampaikan ke kelompok tani kopi bernama Kopi Asli Urang Garut (Kasuga).

“Kedubes datang kepada kami dan langsung kami arahkan kepada kelompok tani kopi Kasuga,” katanya.

Ketua Kasuga, Enung Sumartini, mengatakan, kopi yang sudah dikirim ke Taiwan telah melewati masa tanam dari awal 2018 dan sudah dilakukan proses semi wash.

Ia mengatakan, kopi dari petani Garut memiliki kualitas baik sehingga sudah sepantasnya diminati pasar internasional.

“Kopi Garut memang sudah seharusnya bermain di pasar international,” katanya.

Baca Juga:   Sinergi BRI dan Pertani Serap 639 Ton Gabah Petani