Piala Dunia 2018 Momen Istimewa Bagi Perempuan Iran

REKANBOLA – Piala Dunia 2018 di Rusia jadi momen istimewa bagi perempuan Iran, terutama mereka yang menyukai olahraga sepakbola. Untuk pertama kalinya dalam 37 tahun terakhir, mereka diperbolehkan datang ke sebuah event olahraga di stadion.

Biasanya, kaum perempuan di Iran harus taati aturan yang melarang mereka datang ke stadion untuk menonton pertandingan. Tetapi, aturan itu dicabut saat otoritas setempat menggelar nonton bareng pertandingan Piala Dunia antara Timnas Iran melawan Timnas Spanyol, yang pada saat sama bertanding di Kazan, Rusia.

Sebelumnya, pencabutan larangan ini semula diharapkan telah berlaku saat Iran lakoni laga perdana di turnamen empat tahunan ini. Tapi, larangan tersebut baru dicabut di laga ke dua, setelah Iran menang 1-0 atas Maroko di laga pembuka. Sayangnya, Iran kalah di laga ke dua, tepat ketika para perempuan diperbolehkan masuk ke stadion.

Ada pula komunitas OpenStadiums yang sudah lama berkampanye perjuangkan kebebasan perempuan Iran untuk mengakses lebih banyak acara olahraga, langsung dari stadion.

View image on Twitter

“Tadi malam setelah beberapa konfirmasi, para suporter bisa membeli tiket untuk menonton pertandingan dari layar besar di Stadion Azadi. Para suporter perempuan sangat bersemangat saat mereka akhirnya diperbolehkan lewati gerbang Azadi untuk pertama kalinya. Beberapa di antaranya bahkan mengaku kepada kami, mereka tidak percaya bisa masuk ke stadion itu,” demikian pernyataan OpenStadiums tersebut.

Meski demikian, acara nobar di Stadion Azadi, Teheran, itu tidak berjalan mulus. Pasalnya, polisi setempat awalnya enggan membiarkan para perempuan datang dan mereka menolak para perempuan yang sudah hadir di pintu masuk stadion. Tapi Menteri Dalam Negeri Iran, Abdolreza Rahmani Fazli, pun turun tangan dan tegaskan bahwa semua warga Iran – terutama Teheran bisa hadiri acara tersebut.

Baca Juga:   Chelsea Ditahan West Ham 1-1

Keterlibatan para suporter perempuan di Piala Dunia ini telah menimbulkan kontroversi tersendiri di Iran, bahkan sebelum turnamen ini digelar. Sebuah papan iklan besar di Teheran yang rayakan partisipasi tim di turnamen akbar itu dan tampilkan slogan ‘Bersama kita jadi juara; satu bangsa, satu detak jantung’, sebelumnya mendapat kritik pedas karena hanya menampilkan laki-laki.

Akhirnya, papan iklan itu diubah dan akhirnya menampilkan adegan pemain Iran bersama para suporter laki-laki, plus suporter perempuan.

Baca Juga :