PKS Rumuskan Fikih Media Sosial untuk Tangkal Hoax Kampanye Pilpres

Rekanbola – Partai Keadilan Sejahtera atau PKS mengaku telah merumuskan seperangkat aturan untuk beraktivitas di internet yang baik dan bertanggung jawab, yang disebut fikih (hukum/yurisprudensi Islam) media sosial.

Fikih media sosial itu, menurut PKS, mencegah penyebaran rumor atau hoax dan ujaran kebencian, terutama menjelang dan saat kampanye Pemilu Presiden tahun 2019. Sebab sekarang sudah dimulai kampanye maupun provokasi yang belakangan sering disebut sebagai perang media sosial.

Gagasan dasar fikih media sosial ialah bahwa hukum yang jelas dalam agama Islam tentang memfitnah atau menyebarkan fitnah. Namun sekarang kian berkembang tren memfitnah dan menyebarkannya hingga lebih luas melalui media sosial.

“PKS membikin fikih socmed (social media/media sosial). Fitnah jelas berdosa, tapi kalau fitnah atau hoax disebar melalui media sosial, itu berat sekali dampaknya,” kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat PKS, Mardani Ali Sera

Namun, fikih media sosial itu, kata Mardani, bukan untuk menghukum masyarakat yang melanggar aturan atau etika dalam menggunakan internet, melainkan justru untuk mengedukasi. Kalau ada pengguna media sosial yang melanggar, pendekatan utamanya bukan dengan penangkapan atau penutupan akun.

“Itu bukan cara cerdas untk mengedukasi masyaraat. Kedepankan edukasi dan edukasi,” kata inisiator kampanye politik dengan tagar #2019GantiPresiden itu.

Mengedukasi masyarakat, menurutnya, bukan hal yang sulit sebab sebagian besar pengguna media sosial sudah cerdas. Masyarakat kadang merespons isu-isu politik yang serius dengan candaan atau gurauan. “Jadi socmed jangan dianggap sebagai monster.”

Baca Juga:   Panitia Sebut Finalis Putri Indonesia Dibekali Pendidikan Politik & Anti Hoaks