Polisi sebut bocah yang tewas kebakaran di Duren Tiga karena ingin selamatkan sepeda

Rekanbola – Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar menyebutkan, bocah laki-laki berinisial WH yang berusia 10 tahun, yang tewas dalam peristiwa kebakaran di Jalan Kemang Utara IX, RT 2 RW 5, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, karena ingin membawa sepeda kesayangannya. Bocah tewas dalam kebakaran itu diketahui mengalami keterbelakangan mental alias tuna grahita.

“Korban sedang berada di sebuah kamar yang pada saat kejadian berniat untuk mengambil sepeda,” kata Indra di Jakarta, Sabtu (19/5).

Dalam kejadian itu, sedikitnya 6 bangunan dilalap si jago merah. Api diduga disebabkan konsleting listrik yang berasal di warung makan milik Haryono.

“Awal mula api diduga karena arus pendek listrik, karena pada saat kejadian tidak ada pihak yang lagi memasak ataupun menyalakan kompor,” kata Indra.

Api yang menjalar beberapa bangunan itu baru bisa dipadamkan petugas sekitar pukul 10.45 WIB. Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran Jakarta Selatan yang dikerahkan ke lokasi.

Petugas juga berhasil mengevakuasi jenazah bocah malang itu dari amukan si jago merah. “Selanjutnya korban dibawa ke RS Fatmawati untuk kepentingan visum et repertum,” pungkasnya.

 

(sumber: Merdeka.com)

Baca Juga:   Pada akhirnya kematian tak bisa disembunyikan