Polisi Sudah Hentikan Kasus Dugaan Korupsi Istri Bupati Pakpak Bharat

Rekanbola – Kepolisian Daerah Sumatera Utara ternyata sudah memberhentikan penyelidikan kasus dugaan korupsi di Pemkab Pakpak Bharat, yang diduga melibatkan istri Bupati, Made Tirta Kusuma Dewi.

Penghentian kasus istri Remigo Yolando Berutu tersebut, kata Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja, karena sudah mengembalikan kerugian negara yang timbul.

“Kasus itu memang dalam penyelidikan Poldasu. Tapi, minggu lalu sudah dihentikan, karena [kerugian negara] sudah dikembalikan,” kata Tatan, melalui selulernya, Senin (19/11/2018) sekira jam 14.30 Wib.

Mantan Wakapolresta Medan itu menyebukan, Made Tirta masih berstatus saksi dalam perkara terkait kegiatan PKK Kabupaten Pakpak Bharat yang diusut kepolisian.

“Kalau tidak salah, uang yang dikembalikan sebesar Rp143 juta. Sudah kita klarifikasi ke Inspektorat Pakpak Bharat. Sehingga, sesuai dengan SOP dan jukrah (petunjuk dan arahan) dari pimpinan, bahwa kasus yang masih tahap penyelidikan, kemudian kerugian negara dikembalikan, penyelidikannya dihentikan,” jelasnya.

Polda Bantah Keterangan Remigo

Terkait pernyataan Bupati Remigo Yolando Berutu tentang uang suap yang diterimanya melalui Kepala Dinas PUPR David Karosekali akan digunakan untuk ‘mengamankan’ polisi, dalam kasus yang menyeret istrinya, Kombes Tatan Dirsan Atmaja juga membantahnya.

Tatan mengatakan ucapan Remigo mengada-ada, sehingga menimbulkan preseden buruk bagi institusi Polri, khususnya Polda Sumut.

“Logika sajalah. Sudah duluan kita hentikan kasusnya, karena kerugian Negara sudah dikembalikan, baru Bupati ditangkap KPK,” kata Tatan.

Saat disinggung, apakah pihak kepolisian akan melaporkan Bupati Remigo atas dugaan pencemaran nama baik Polri, Tatan belum memberikan kepastian.

Dia menyebutkan, hal tersebut masih dianalisis dan didiskusikan bersama pimpinan. “Kalau ke sana (melaporkan), saya rasa belum. Tapi kita lihat saja perkembangannya,” tutup Tatan.

Baca Juga:   Viral Alquran Diduga Salah Cetak, Kemenag Imbau Warga Lapor

Sebelumnya, Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu kepada penyidik KPK menyebutkan, uang suap yang diamankan KPK tersebut, akan digunakan untuk kepentingan pribadi dan ‘pengamanan’ kasus yang sedang diselidiki aparat penegak hukum di Medan.