Polsek Parapat Gelar Reka Ulang Pembunuhan Zakkaria Manik

Rekanbola – Polisi menggelar reka ulang (rekonstruksi) pembunuhan Japa Zakkaria Manik dengan tersangka Sarma Sinaga alias Pak Melisa di Mapolsek Parapat, Rabu (28/11/2018) pagi.

Gelar rekonstruksi juga dihadiri tim Kejaksaan Simalungun, Berry, Uspika Girsang Sipangan Bolon dan keluarga korban.

Peristiwa pembunuhan itu sendiri terjadi Kamis (18/10/2018) lalu. Saat itu tersangka Sarma Sinaga datang ke warung tuak Risma br Haloho lalu duduk di depan warung.

Sekira lima belas menit kemudian, Zakkaria Manik pun datang ke warung, keduanya kemudian duduk bersama minum tuak. Namun, tiba-tiba terjadi perselisihan antara Sarma dan Zakkaria yang berlanjut dengan cekcok mulut.

Pertikaian itu kemudian dilerai oleh James Sinaga dengan membawa Zakkaria pindah duduk ke warung sebelah milik Sarmauli br Nainggolan.

Di sana, Zakkaria kemudian masuk ke kamar tidur Risma br Haloho dengan kondisi baju dan celana dibuka. Melihat itu, Risma pun menyuruh Zakkaria keluar.

Namun ucapan Risma seperti tidak dihiraukan Zakkaria. Selanjutnya Risma memanggil Sarma Sinaga dan meminta tolong agar Zakkaria dikeluarkan dari kamarnya.

Kemudian Sarma menarik tangan Zakkaria dari kamar tidur Risma sambil mendorong tubuh pria itu hingga jatuh.

Begitu terjatuh, Sarma kemudian menginjak dada Zakkaria sebanyak satu kali. Diduga, akibat injakan kaki Sarma, Zakkaria akhirnya tewas di lokasi.

Melihat Zakkaria tak bergerak lagi, akhirnya Risma br Haloho menghubungi personeil Polsek Parapat yang langsung mendatangi lokasi. Polisi selanjutnya mengevakuasi jasad Zakkaria ke ke RSUD Parapat dan mengamankan Sarma.

Candra Manik, anak Zakkaria mengaku sudah pasrah dengan kejadian itu dan berharap pelaku diberikan hukuman setimpal.

“Ya, kalau dari saya kepergian bapak sudah kami ikhlaskan. Soal tersangka biarlah polisi yang menentukan hukumannya, sesuai UU yang berlaku di Indonesia ini,” kata putra pertama Zakkaria itu.

Baca Juga:   Sakit Parah, Lady Gaga Batalkan Tur Keliling Eropa

Kapolsek Parapat dalam keterangannya menyebutkan, tersangka dikenakan pasal 338 atau 351 ayat (1) KUHPidana.

Ada delapan adegan yang digelar dalam rekonstruksi tersebut yaitu:

– saat korban datang ke warung saksi Risma br Haloho
– korban tidur di bangku depan warung
– korban masuk ke kamar tidur saksi tanpa busana
– pelaku menarik tangan korban keluar warung dari kamar saksi
– sesampai di luar warung tersangka mendorong tubuh korban hingga jatuh lalu memijak dadanya
– tersangka kembali duduk di bangku
– saksi mendekati tubuh korban yang sudah meninggal
– polisi tiba di lokasi kejadian

Posisi korban Zakkaria dalam rekonstruksi pembunuhan tersebut diperankan oleh Brigadir Adi Sinaga dari Polsek Parapat.