Presiden Jokowi minta industri kerja sama serap hasil produksi desa

REKANBOLA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan penggunaan dana desa ke depan tidak hanya untuk pembangunan infrastruktur, namun juga untuk pemberdayaan ekonomi rakyat desa dan inovasi pedesaan. Termasuk pemberdayaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) agar anak-anak memiliki gizi yang baik, sehat, dan juga cerdas.

“Jangan kalah yang namanya masyarakat di desa dengan masyarakat kota. Karena sesungguhnya masyarakat desa itu banyak yang lebih pintar,” kata Jokowi dikutip laman Sekretariat Kabinet, Senin (5/11).

Untuk mewujudkan hal itu, Jokowi meminta adanya kerja sama dengan pabrik, industri, dan perusahaan-perusahaan sehingga produksi di desa semuanya bisa terserap. “Tanam jagung silakan, tapi ada yang beli enggak? Misalnya tanam pepaya, ada yang menerima enggak kalau pas panen. Karena pernah dulu di desa saya, tanam pepaya bareng-bareng satu kabupaten, begitu pas panen bareng-bareng kok enggak ada yang beli,” imbuhnya.

Dia juga mengingatkan untuk berhati-hati saat menentukan pasar, yang mengambil siapa, yang beli siapa dulu, harganya berapa, untung atau tidak. “Ini tugasnya pendamping desa untuk mengoneksikan. Bisik-bisik nanti ke Pak Menteri, ke Pak Eko. Pak ini desa saya carikan yang bisa beli apa, baru tanam. Jangan tanam dulu baru cari pembeli, busuk kaya pepaya tadi bingung kita nanti,” jelasnya.

Tak hanya itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga meminta agar pariwisata di desa bisa dikembangkan. Mengingat, banyak wisata di Indonesia yang belum dikembangkan, padahal memiliki potensi ekonomi yang besar.

“Banyak sekali yang sudah sukses, misalnya Umbul Ponggok, itu income per tahun berapa miliar itu Pak? Rp 14 miliar bisa ada income dari wisata yang ada di desa itu coba,” tandas Jokowi.

Baca Juga:   Soal THR Dipercepat, Jokowi Bilang 'Saya Belum Tahu, Tanya ke Kemenkeu'

Jokowi menjelaskan, beberapa negara ingin meniru dana desa yang sudah diterapkan Indonesia. “Bank Dunia sudah ngomong, beberapa negara ingin meniru yang namanya dana desa. Banyak sekali yang ingin melihat caranya seperti apa, transfernya seperti apa, penggunaannya seperti apa,” tandasnya.