Produksi Bijih Nikel Antam Naik 25 Persen

REKANBOLA – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan kinerja positif atas operasi dan penjualan komoditas nikel selama 5 bulan pertama pada 2019. Komoditas itu terdiri dari feronikel dan bijih nikel.

“Seiring dengan tingkat pertumbuhan permintaan produk komoditas Antam yang semakin meningkat, kami siap memanfaatkan momentum positif ini melalui peningkatan kinerja produksi dan penjualan komoditas utama Perusahaan,” kata Direktur Utama Antam, Arie Prabowo Ariotedjo.

Antam mencatat, volume produksi feronikel mencapai 10.736 ton nikel (TNi). Angka tersebut stabil dibandingkan capaian produksi lima bulan pertama 2018 lalu yakni sebesar 10.617 TNi. Sejalan dengan tingkat produksi, penjualan feronikel mencapai 10.728 TNi, tumbuh 13 persen dibandingkan periode serupa 2018 atau mencapai 9.511 TNi.

Sedangkan untuk produk bijih nikel, total volume produksinya mencapai 3,98 juta wet metric ton (wmt) atau tumbuh sebesar 25 persen dibandingkan total volume produksi periode serupa 2018 sebesar 3,19 juta wmt.

Pertumbuhan produksi itu seiring dengan tingkat produksi feronikel Antam serta pertumbuhan tingkat penjualan bijih nikel Perusahaan. Pada 5 bulan pertama tahun ini, volume penjualan bijih nikel mencapai 3,11 juta wmt, tumbuh 93 persen dibandingkan volume penjualan pada 5 bulan pertama 2018 sebesar 1,61 juta wmt.

Hilirisasi Mineral

Di sisi lain, Antam juga terus fokus dalam melakukan strategi pengembangan perusahaan yakni dengan melakukan hilirisasi mineral.

Salah satu proyek kunci Antam yang saat ini tengah digarap adalah proyek pembangunan Pabrik Feronikel Haltim (P3FH) dengan kapasitas produksi sebesar 13.500 TNi.

Rencananya, proyek tersebut akan memulai periode produksi pada semester kedua 2019. Antam juga berencana meningkatkan nilai tambah komoditas mineral, terutama untuk mengolah cadangan bijih nikel kadar rendah.

Baca Juga:   Bisakah Dolar AS Tembus Rp 15.000?

Terkait dengan hal itu, Antam menggandeng mitra strategis Ocean Energy Nickel International Pte. Ltd bekerja sama dalam Proyek Pengembangan Pabrik Nickel Pig Iron (NPI) Halmahera Timur dengan mitra (OENI).

Proyek NPI memiliki total kapasitas produksi mencapai 320.000 ton NPI atau setara dengan 30.000 ton nikel yang terdiri dari delapan lini produksi. Dua lini pertama itu akan memulai fase produksi pada triwulan ke-4 di 2020.

Dalam hal pengembangan komoditas bauksit, saat ini Antam terus berfokus pada pembangunan pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) bekerjasama dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (Inalum) yang memiliki kapasitas pengolahan sebesar 1 juta ton SGA per tahun (Tahap 1). (asa)