Program TV Jepang Palsukan Ucapan Permintaan Maaf Jimin BTS, Netter Makin Geram

Rekanbola – Belum berhenti perbincangan mengenai beberapa kontroversi yang melibatkan nama Bangtan Boys. Salah satunya yang ramai dibicarakan adalah kontroversi kaus yang pernah dikenakan Jimin BTS bergambar bom atom beberapa waktu lalu.

Bahkan karena kaus ini, BTS dikabarkan tak diundang menghadiri program musik akhir tahun bergengsi di Jepang. Hingga usut punya usut, sempat terungkap jika pihak staf program musik tersebut sempat terbang ke Eropa untuk mengundang BTS.

Pihak Big Hit sudah secara langsung meminta maaf kepada asosiasi korban bom atom asal Korea beberapa waktu lalu. Namun pihak program di Jepang belum lama ini kembali membuat fans geram.

Program televisi Jepang menyebutkan Jimin sudah meminta kepada Jepang karena kontroversi tersebut, namun ternyata pernyataan tersebut palsu. Program “Leave It To Akko” menayangkan konser BTS di Jepang dengan narasi “Jimin meminta maaf kepad Jepang”.

Program tesrebut klaim bahwa Jimin berkata, “Aku percaya yang khawatir tak hanya fans Jepang namun seluruh dunia. aku meminta maaf kepada para fans Jepang kami”. Dilansir dari Koreaboo, media outlet kenamaan lainnya ternyata menyebutkan Jimin mengatakan hal yang berbeda.

“Menurutku banyak Army dan orang di seluruh dunia mungkin kaget dan khawatir karena beberapa kondisi yang terjadi. Hatiku sangat sakit. Tak seperti yang diklaim program Jepang, Jimin mengatakan hatinya terluka bukannya meminta maaf kepada fans Jepang.

Para penggemar BTS dari Korea pun kembali geram. Banyak yang meminta program televisi tersebut meminta maaf karena salah menafsirkan ucapan Jimin. “Stasiun televisi itu harus cepat-cepat minta maaf,” kata netter. “Tolong berhentilah berbohong dari dulu hingga sekarang ckck,” lanjut netter. “Bakat mereka memang memalsukan dan memutarbalikkan fakta. Aku tidak terkejut lagi,” tambah netter.

Baca Juga:   Tuai Pro-Kontra, Kuasa Hukum Kriss Hatta Ingin Duet Dengan Hotman Paris

Kenapa? Kenapa kau tak bisa tinggalkan Jimin? Aku jadi gila. Hentikan. Aku sudah muak!” ujar netter. “Tapi kenapa harus dub wawancara? Ini bukan drama atau film. Sampai kau ingin memalsukan sesuatu ckck,” sambung lainnya.