Putri Ma’ruf Amin: Ayah sangat ingin generasi milenial ikut bangun Indonesia

Rekanbola – Anak bakal calon Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Siti Haniatunnisa mengatakan, ayahnya sangat peduli dengan sosok muda dan generasi milenial. Hal ini disampaikannya saat ikut mendeklarasikan Komunitas Muda Amin (KMA) Indonesia.

“Memang beliau sangat perhatian sekali, sangat care dan menginginkan generasi milenial (ikut membangun Indonesia),” kata Siti di Posko Cemara, Rabu (19/9).

Dia menuturkan, salah satu upaya yang dilakukan untuk anak muda dan generasi milenial dilakukan ayahnya yakni dengan menciptakan landasan untuk mereka.

“Saya kira seperti yang sering beliau sampaikan, memang yang beliau inginkan menciptakan landasan aturan untuk para generasi bangsa. Saya kira itu harapannya,” tutur Siti.

Dia merasa yakin, generasi muda dan milenial, akan mudah menerima kehadiran ayahnya. Salah satu alasannya, karena sosok yang bisa dijadikan panutan.

“Iya, saya kira begitu (akan mudah diterima). Karena beliau panutan kita. Saya kira teman-teman juga,” kata Siti.

Dia pun menegaskan tak sulit untuk mengemas Ma’ruf agar diterima dari kalangan anak muda. Contoh nyatanya adalah dengan kehadiran KMA Indonesia sendiri.

“KMA ini kan inisiasi kawan-kawan sendiri, bukan dari saya pribadi. Teman-teman komunitas muda yang memang berinisiasi untuk mendukung beliau di Pilpres 2018,” kata dia.

Deklarasi Komunitas Muda Amin Indonesia

Kelompok milenial mengatasnamakan Komunitas Muda Amin Indonesia (KMA Indonesia) mendeklarasikan dukungan kepada bakal capres-cawapres Joko Widodo dan Ma’ruf Amin di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Rabu (19/9). Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono, Politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko, serta putri Ma’ruf Amin, Siti Hanitunnisa, meramaikan deklarasi tersebut.

Dalam pidatonya, Budiman membeberkan alasan mengapa harus memilih Jokowi-Ma’ruf. Mewakili anak muda, dia mengatakan politik dan kebijakan tidak berdasarkan fitnah. Namun, karena membawa percakapan yang baik untuk generasi muda.

Baca Juga:   KPU Evaluasi Debat Ketiga: Ada Koreksi, Tapi Secara Total Baik

“Kita memilih Jokowi-Ma’ruf Amin bukan hanya karena Jokowi – Ma’ruf Amin, tetapi untuk anda generasi muda. saya tidak kebayang kalau presiden kita lahir dari kampanye kebencian, lahir dari kampanye fitnah, kita tolak itu,” kata Budiman saat deklarasi di Posko Cemara.

Dia melanjutkan, seorang pemimpin itu lahir dari sebuah proses. Budiman menyebut Ma’ruf sebagai ulama melalui proses panjang. Butuh berpuluh-puluh tahun sampai Ma’ruf mendapatkan gelar seorang ulama.

Begitu pula dengan Jokowi. Menjadi presiden melalui proses-proses kepemimpinan dari Wali Kota, Gubernur sampai di 2014. Bahkan sebelumnya hanya pengusaha mebel.

“Mari kita tinggalkan yang instan instan hanya untuk menghailkan produk instan, kalau instan saja maka rakyat hanya akan diberi produk instan yang meski keren tetapi hanya berumur satu dua bulan saja,” pungkasnya.

Komunitas kepemudaan ini klaim telah terbentuk di 34 Provinsi. Beberapa perwakilannya tiba di Posko Cemara untuk deklarasi. Kelompok ini dipimpin oleh Debora Debby Wage dan Sekjen Kholifah Tamami. Putri Ma’ruf Siti Hanitunnisa menjadi Dewan Pembina.

Berikut isi deklarasi KMA Indonesia:

Komunitas Muda Amin Indonesia (KMA Indonesia): Anak Muda Untuk Indonesia Deklarasi Nasional

Sejarah Indonesia dan dunia menunjukkan, orang muda selalu berperan dalam hampir seluruh peristiwa penting sepanjang peradaban. Anak muda yang bergerak bersama telah menghasilkan banyak kebaikan bagi negara ini.

Anak muda bekerja untuk kebaikan negara karena pada akhirnya pemuda juga yang akan menikmatinya di masa mendatang. Indonesia masa depan ditentukan apa yang dilakukan hari ini. Salah satu penentu masa depan Indonesia adalah pemilu 2019.

Kami ingin Indonesia yang bahagia, makmur, dan maju di masa depan. Karena itu kami mengajak anak muda Indonesia bergerak bersama :

Baca Juga:   Timses Jokowi Sepakat Ajakan SBY Setop Kampanye di Lokasi Gempa

1. Menjadikan Indonesia yang menjadi rumah bersama. Rumah tanpa sekat suku, agama, dan ras.

2. Terlibat dalam kampanye yang toleran, mengutamakan kebinekaan dan persatuan

3. Aktif mendeteksi dan menangkal kabar bohong dan adu domba selama kampanye. Kabar bohong dan adu domba yang disebar oleh mereka yang tidak ingin Indonesia bahagia, sejahtera, dan damai

4. Mempelopori kampanye kreatif, bahagia, gembira

5. Melanjutkan perjalanan menuju Indonesia maju, sejahtera, bahagia bersama Jokowi-Ma’ruf Amin