RAPBN 2020 Gunakan Skenario Dasar

REKANBOLA – Pemerintah akan menyusun RAPBN 2020 dengan skenario base line (dasar) karena mempertimbangkan peralihan periode pemerintahan.

\”Jadi biasanya berdasarkan Undang-undang keuangan negara dari satu pemerintahan ke pemerintahan lain, walaupun apapun hasil kpunya, ini adalah suatu skenario baseline,\” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani di Istana Negara, Senin (22/4/2019).

Saat ini, pemerintah masih menampung bagaimana menyusun bujet dasar (baseline) dan menghitung bujet program prioritas. Program prioritas yang dimaksud antara lain penguatan sumber daya manusia dan infrastruktur.

Sri menyebut pemerintah akan fokus mengkoordinasikan dan mengkonsolidasikan program-program kementerian/lembaga supaya tidak tumpang tindah.

Dari segi penerimaan, dia menjelaskan penyusunan akan disesuaikan dengan potensi penerimaan pada tahun ini. Pemerintah memperkirakan pertumbuhan basis penerimaan berada di kisaran 10%-13,5% pada tahun depan.

\”Jadi kita lihat penerimaan nonmigas, kita juga lihat dari PNBP [Penerimaan Negara Bukan Pajak] terutama juga asumsi harga minyak dan kurs tentu akan sangat berubah. Finalnya nanti kita lihat dalam proposal ke DPR bulan Mei,\” ujarnya.

Sebaliknya, dia mengungkapkan penyusunan belanja negara bakal kembali ke struktur belanja 2017. Pasalnya, pada 2018, banyak belanja negara yang sifatnya terpusat pada satu kegiatan antara lain Asian Games 2018, Asian Para Games 2018, IMF World Bank Annual Meeting 2018, dan pemilihan umum 2019.

\”Kita tetap proposal defisit tidak membengkak. Defisit berkurang sedikit, namun ada realokasi-realokasi. Semua dihilangkan [anggaran belanja untuk satu kegiatan], kita memiliki baseline bersih dari kegiatan yang sifatnya satu kali,\” tambahnya.

Baca Juga:   Pengamat: Penguatan Rupiah Masih Terbatas