Ratna Sarumpaet dipolisikan oleh gerakan pendukungnya sendiri

Rekanbola – Aktivis, Ratna Sarumpaet kembali dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Kali ini, aktivis itu dilaporkan oleh para pendukungnya sendiri yang bernama ‘Komite Solidaritas untuk Ratna Sarumpaet dan Demokrasi’.

Ketua komite itu, Kisman Latumakulita mengatakan, pihaknya merasa dibohongi atas perbuatannya Ratna yang mengaku dianiaya di wilayah Bandung, Jawa Barat.

“Kami merasa dirugikan dengan kepercayaan yang menurun dan akibatkan banyak pihak tidak percaya kepada saya,” ujar Kisman di lokasi, Kamis (4/10).

Kata Kisman, ia pernah memperjuangkan kasus ini saat melakukan pertemuan dengan ratusan orang untuk membela Ratna, pada Selasa (2/10) lalu.

Dalam laporan yang tertuang di nomor LP/5339/X/2018/PMJ/Dit. Reskrimum. Ratna diancam tindak pidana fitnah dan pencemaran nama baik, seperti Pasal 310 KUHP dan Pasal 311 KUHP.

“Dalam laporan ini kita membawa bukti video, foto, baik pertemuan di Menteng maupun foto Ratna, dan penyataan Ratna di media nasional dan internasional,” pungkas Kisman.

Sementara itu kuasa hukum Ratna, Rizal Fauzi menambahkan, bahwa pihaknya akan mengirim surat ke Amnesti Internasional untuk mencabut penghargaan yang pernah diberikan kepada Ratna.

“Bahwa kita akan menyurati Amnesti Internasional terkait Ratna pernah mendapat penghargaan sebagai Pejuang HAM di Indonesia. Kita meminta Amnesti Internasional ikut menginvestigasi karena tidak mungkin Ratna berbohong untuk menutupi sesuatu. Sebagai pejuang HAM kami minta Amnesti Internasional peduli dengan masalah Ratna Sarumpaet,” ujarnya.

Baca Juga:   Tiap hari ribuan hoaks beredar, Bamsoet minta aparat bertindak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *