Ratusan Mahasiswa dan Pelajar di Garut Gelar Aksi Tolak LGBT

Rekanbola Ratusan mahasiswa dan pelajar menggelar aksi turun ke jalan menyampaikan penolakan terhadap keberadaan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Bundaran Simpang Lima, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (16/10).

Aksi massa tersebut membawa sejumlah spanduk dan karton berbagai tulisan tentang penolakan dan tuntutan kepada pemerintah untuk menyelamatkan generasi bangsa Indonesia khususnya di Kabupaten Garut dari pengaruh LGBT.

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Garut sebagai perwakilan dari peserta aksi, Wildan Muhamad Ramdan, mengatakan, aksi yang melibatkan banyak anak muda itu sebagai bentuk kekhawatiran adanya LGBT yang sudah berani terbuka di media sosial Facebook.

“Kami minta polisi dapat mengusut tuntas LGBT agar tidak meresahkan masyarakat Garut,” kata Wildan.

Ia menuturkan, persoalan LGBT harus menjadi perhatian semua pihak, termasuk kepolisian harus dapat mengungkap pelaku yang membuat grup medsos Facebook tentang gay pelajar.

Kepolisian, kata dia, jangan menyebut grup medsos tersebut sebagai kabar bohong seperti yang telah disampaikan dalam pemberitaan di sejumlah media massa.

“Kami juga turun untuk telusuri, hasil penelusuran itu ada (gay),” katanya.

Ia mengungkapkan, hasil penelusuran ada sejumlah aktivitas seperti wanita pria (waria) pada malam hari di sekitar Lapang Kerkof, Jalan Guntur dan tempat lainnya.

Namun keberadaan mereka saat ini, kata dia, tiba-tiba tidak ada, hasil pengakuan mantan “gay” di Garut, para waria tersebut ada yang menginstruksikan untuk tidak keluar malam.

“Katanya ada instruksi (waria) jangan dulu mangkal, artinya ada yang melindungi,” katanya.

Ia berharap, kepolisian dan pemerintah daerah melakukan upaya untuk menangani kelompok LGBT di Garut agar tidak memberikan dampak buruk terhadap warga Garut.

Baca Juga:   Karena Uang, Amarah Ibu Berujung pada Tewasnya Putra Semata Wayang

Persoalan LGBT itu, kata dia, jika terus dibiarkan tentunya akan memberikan dampak negatif, salah satunya penyebaran penyakit virus.

“Kami harap persoalan ini jangan dibiarkan, selamatkan generasi muda di Garut,” katanya.