Redmi 5A Disebut Ponsel Sempurna

REKANBOLA – Xiaomi adalah vendor ponsel pintar yang punya banyak jenis produk sesuai dengan segmen masing-masing. Vendor asal China ini memang menjangkau hampir semua segmen, baik itu range harga rendah, premium, bahkan spesifik seperti segmen gaming.

Di antara semua ponsel tersebut, tentu ada lini yang paling dijagokan. Bukan ponsel premium maupun gaming, ternyata titel ponsel yang sempurna disematkan Xiaomi pada Redmi 5A. Mengapa?

Menurut Manu Jain, Vice President and Managing Director Xiaomi India, Redmi 5A disebut sempurna karena ponsel ini bisa menjadi pilihan tepat untuk konsumen yang baru beralih dari feature phone menuju smartphone.

Menurutnya Redmi 5A punya banderol yang tidak terlalu tinggi dan sesuai dengan kantong para pengguna. Ia kemudian merujuk pada kondisi pengguna di India yang memiliki budget sekitar 5.000 Rupee (Rp 1 jutaan) untuk membeli smartphone pertama.

Namun di pasar India, tak ada smartphone yang berada pada rentang harga sekitar 3.000 Rupee (Rp 600 ribuan) hingga 5.000 Rupee. Di sinilah Redmi 5A mengambil hati para konsumen dengan harga yang terjangkau.

“Jika Anda melihat pengguna yang ingin beralih dari feature phonoe ke smartphone, saya pikir low-cost smartphone adalah ponsel yang sempurna,” ungkap Manu.

“Inilah kenapa kami rilis Remi 5A, kami melihat masih banyak konsumen di India yang masih menggunakan feature phone. Dan bagi mereka budget maksimal yang memungkinkan untuk beli smartphone pertama adalah sekitar 5.000 Rupee (Rp 1 jutaan),” lanjutnya.

Manu melanjutkan, sejatinya Xiaomi bukan satu-satunya brand yang menyasar segmen bawah. Brand lain seperti Samsung juga punya produk untuk menjangkau segmen ini.

Namun J2 yang diproduksi Samsung masih dibanderol di kisaran harga 8.000 Rupee (Rp 1,6 juta) sampai 9000 Rupee (Rp 1,8 juta).

Baca Juga:   5G Bakal Musnahkan WiFi?

“Kami katakan bahwa kami ingin membuat sesuatu yang lebih baik dari Samsung J2 tapi dengan harga yang lebih rendah. Itulah mengapa kami mulai menjual Redmi 4A dan Redmi 5A,” kata Manu.

Dikutip Rekanbola.com Tekno dari The Hindu, Sabtu (28/9/2018), Manu pun tak mengelak jika Xiaomi disebut dapat memicu perang harga. Ia mengklaim bahwa perusahaan dapat menghemat banyak biaya karena memang tak mengeluarkan uang untuk iklan selama tiga tahun pertama.

Di Indoensia sendiri Redmi 5A dibanderol dengan harga sekitar Rp 1 juta. Namun beberapa waktu belakangan harga tersebut naik sampai angka sekitar Rp 1,2 juta.

“Saya pikir seiring dengan teknologi yang terus berubah, smartphone pun akan terus mengalami perubahan untuk beberapa dekade ke depan. Tetapi dengan teknologi apa pun yang tersedia di dunia dan apapun segmen pelanggan, saya yakin kami memiliki perangkat yang sempurna,” kata Manu.