Renaldi babak belur dihajar warga usai curi sepatu di masjid

Rekanbola – Dengan modus berpura-pura akan salat Maghrib, Rezha Renaldi (23) mencuri sepasang sepatu milik jemaah masjid. Pelaku nyaris tewas dihajar massa lantaran dipergoki saat beraksi.

Aksi pelaku dilakukan di Masjid Nurul Huda, Jalan Seroja, Kelurahan 20 Ilir D-III, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang, Senin (17/9) malam. Dia datang mengendarai motor dan pura-pura menunaikan salat Maghrib.

Di depan masjid, dia memperhatikan suasana di sekitarnya. Setelah mendapatkan sasaran, pelaku memarkirkan sepeda motor dan melepas sepatunya.

Di teras masjid, dia memasukkan sepatu miliknya ke dalam kantung plastik dan menyimpannya di sepeda motornya. Kemudian Yudi masuk ke dalam masjid dan mengambil air wudhu.

Alih-alih melaksanakan salat, pelaku justru kembali keluar menuju tempat sepatu incaran dan langsung memakainya. Mendapat barang buruan, dia berusaha kabur.

Saat tancap gas, pelaku tersungkur karena sepeda motornya tak bergerak. Ternyata, pengurus masjid lebih dulu menggembok sepeda motornya setelah memperhatikan gerak-geriknya sejak awal. Secepat kilat, massa menghujani pelaku dengan tangan kosong hingga nyaris tewas. Dalam keadaan lebam, dia dibawa ke kantor polisi.

Tersangka yang tinggal di Jalan Tiga Saudara, Kelurahan Plaju Darat, Kecamatan Plaju, Palembang, itu mengaku sudah empat kali melakukan hal serupa di beberapa tempat. Selain sepatu, barang buruannya adalah helem yang mudah dicuri.

“Biasanya pura-pura salat saja, tapi sudah ada incaran. Kemarin lagi sial, saya digebuki,” ungkap tersangka Renaldi di Mapolsek Ilir Timur I Palembang, Rabu (19/9).

Tersangka tidak mengetahui jika dirinya sudah diintai jemaah masjid. Dia kaget sepeda motornya dalam kondisi tergembok sehingga tak bisa bergerak.

“Mau kabur malah jatuh karena kaget, motor saya tak bisa jalan,” kata dia.

Baca Juga:   Fahrizal ajak kencan wanita hasil uang curian dari celengan anak polisi

Sementara itu, Kapolsek Ilir Timur I Kompol Edi Rahmat mengatakan, jemaah dan pengurus masjid sudah memperhatikan kedatangan tersangka karena gerak-geriknya mencurigakan. Apalagi, kasus pencurian sandal dan sepatu milik jemaah kerap terjadi.

“Waktu tersangka lihat-lihat suasana, jemaah dan pengurus masjid mengintainya. Ternyata benar, tersangka mencuri sepatu,” ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 362 KUHP tentang pencurian dan diancam dengan kurungan penjara maksimal lima tahun. Barang bukti yang diamankan berupa sepasang sepatu hasil kejahatannya.