Rencana Kepala Bappenas: Penerima Bansos Dilarang Merokok

Rekanbola – Rokok dianggap sebagai salah satu penyumbang angka kemiskinan. Menyikapi hal tersebut, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro berencana agar nanti penerima bantuan sosial (bansos) seperti Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dilarang merokok.

Rencana tersebut sudah dia sampaikan ke Direktur Jenderal (Dirjen) Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kementerian Sosial Harry Hikmat.

“Saya sampaikan ke Pak Dirjen di sini, ke depan, semua keluarga penerima PKH atau yang menerima BPNT, itu tidak boleh lagi merokok,” katanya usai menghadiri diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) di Kantor Kemenkominfo, Jakarta, Senin (30/7/2018).

Untuk mengimplementasikan hal tersebut di lapangan, kata Bambang, akan melibatkan pihak pendamping. Mereka berperan dalam memastikan penerima bantuan sosial tidak merokok.

“Intinya PKH ini kan sistemnya bersyarat dan ada pendampingnya. Jadi pendamping itu yang harus memastikan bahwa keluarga itu sudah menjalankan pola kehidupan yang seperti tertera dalam manual PKH tersebut,” lanjutnya.

Hal itu menurutnya karena rokok berperan besar dalam menyumbang kemiskinan.

“Kenapa? rokok itu peranannya kalau di pedesaan sampai 10%, perkotaan 11%. Jadi kalau kepala keluarga atau siapapun yang merokok, maka otomatis upah atau pendapatan full keluarga tersebut terganggu sampai 10-11%,” tambahnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan rokok menjadi salah satu penyumbang terbesar angka kemiskinan setelah beras.

Sumbangan beras terhadap garis kemiskinan di perkotaan sebesar 20,95% sedangkan di perdesaan sebesar 26,79%. Di posisi kedua, adalah rokok kretek filter dengan sumbangan di perkotaan sebesar 11,07% di perdesaan 10,21%.

 

( Sumber : detik.com )

Baca Juga:   Peringati Hari Pahlawan, DJP Gelar Operasi Mata Katarak Gratis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *