Rencana Mata Uang Virtual Facebook Beri Kecemasan ke Eropa

REKANBOLA – Rencana penerbitan mata uang virtual oleh raksasa media sosial Facebook menuai kekhawatiran Eropa. Pada Selasa (18/6) para petinggi keuangan Eropa mengaku waspada setelah Facebook mengumumkan akan terjun ke dunia mata uang virtual.

Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire menuturkan uang virtual tidak akan pernah menggantikan yang sudah ditetapkan pemerintah.

Dia bersikeras  menentang rencana Facebook menuntut jaminan regulasi.

Sebelumnya, pemerintahan Le Maire membuat Facebook harus membayar pajak. Kebijakan tersebut membuat AS murka.

“Jika Facebook ingin membuat instrumen untuk transaksi, kenapa tidak? Namun tak ada pertanyaan bahwa ini bakal jadi mata uang berdaulat. Itu tidak bisa dan tidak boleh menjadi mata uang berdaulat, dengan semua atribut mata uang,” kata Le Maire saat wawancara bersama radio Europe 1 mengutip dari AFP (22/6).

Menurutnya, aspek kedaulatan harus tetap di tangan pemerintah dan bukan perusahaan swasta. Ada ketakutan bahwa terdapat kepentingan pribadi di balik proyek ini.

Ia menegaskan perlu ada pembatasan sehingga instrumen transaksi tidak malah membiayai kegiatan terorisme atau aktivitas terlarang lain.  Di sisi lain, Gubernur Bank Inggris Mark Carney mengatakan mata uang baru Facebook harus tahan terhadap pengawasan terhadap pengawasan dan agar jangan sampai dimanfaatkan untuk sarana pencucian uang.

Sebelumnya Facebook telah merilis bentuk dasar (prototype) mata uang virtual bernama Libra. Harapannya, mata uang ini akan mengglobal tahun depan.

Saat ini Prancis memegang kursi kepresidenan G7. Dengan jabatan ini,LeMaire mengatakan dia telah meminta gubernur bank sentral kelompok untuk menyiapkan laporan pada pertengahan Juli untuk menjabarkan jaminan yang diperlukan mata uang virtual.

Baca Juga:   Okupansi Hotel di Solo Tetap Tinggi Usai Lebaran