Resmi melantai di bursa, ini rencana Cahaya putra Asa Keramik gunakan dana IPO

REKANBOLA – PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk mencatatkan saham perdananya atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan menjadi emiten ke-47 pada tahun ini dengan kode saham CAKK.

CAKK sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri keramik dan menjadi emiten ke-609 yang tercatat di BEI. Penawaran umum perdana 300 juta lembar saham CAKK di BEI mencapai 24,93 persen saham ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, I Gede Nyoman Yetna, menyampaikan terdapat kenaikan jumlah perusahaan yang membuka diri pada publik secara Year on Year (YoY) dibanding tahun sebelumnya.

“Sampai saat ini, terdapat 47 perusahaan tercatat baru, naik 27 persen dari tahun sebelumnya. Sementara jumlah proxit saat ini Rp 14,18 triliun, meningkat hampir 48 persen,” ujar Nyoman di Kantor BEI, Jakarta, Rabu (31/10).

Dalam pencatatan perdananya, indeks perseroan sempat berada di angka merah 25,6 persen atau turun 43 poin menjadi Rp 125 dari harga IPO Rp 168 per lembar saham. Nilai transaksi yang terjadi sebanyak 41 frekuensi, di mana volume transaksi mencapai 26,307 lot dengan nilai perdagangan Rp 319,54 juta.

Dari IPO ini, CAKK akan memperoleh tambahan modal sebesar Rp 50,4 miliar. Perseroan akan menggunakan sebesar 38 persen dana hasil IPo untuk melunasi pinjaman bank. Sementara sisa 20 persen bakal dipakai untuk pelunasan dan instalasi mesin, 6 persen untuk penyelesaian gedung produksi baru, dan sisanya untuk modal kerja.

Pada Mei 2018 silam, perseroan berhasil meningkatkan penjualan sebesar 17,83 persen menjadi Rp 99,97 miliar. Hal itu disebabkan adanya peningkatan volume penjualan sebesar 10,12 persen.

Baca Juga:   Juanfran Tak Ingin Atletico Pikirkan Costa

Di saat bersamaan, CAKK menerbitkan sebanyak 75 juta waran seri I yang dapat dikonversi menjadi saham baru yang dikeluarkan dari portepel. Adapun harga pelaksanaan waran sebesar Rp 188.