Robinho Tolak Barca dan Pindah ke Bernabeu Karena Madrid Lebih Perhatian

Rekanbola – Robinho mengungkapkan dirinya dahulu lebih memilih pindah ke Real Madrid ketimbang Barcelona karena El Real lebih perhatian kepadanya.

Robinho adalah salah satu talenta penyerang terbaik yang pernah dilahirkan Brasil. Ia mengawali karir sepakbolanya di klub Santos.

Ia gabung akademi klub itu pada tahun 1996. Pada tahun 2002, ia masuk skuat senior Santos.

Selama bermain di skuat senior, Robinho mencetak 81 gol dari 180 pertandingan di semua ajang kompetisi.

Performanya yang apik tentu saja mengundang perhatian klub-klub besar Eropa. Sejumlah tawaran pun masuk ke meja Santos, termasuk dari Barca dan Madrid. Namun pada akhirnya ia memilih pindah ke Santiago Bernabeu pada tahun 2005.

 

Alasan Pilih Madrid

Robinho, yang sekarang berusia 34 tahun, mengatakan bahwa keputusan untuk menolak Barca sebenarnya cukup mudah. Ada sejumlah faktor yang membuatnya mantap untuk lebih memilih menerima pinangan Los Blancos.

“Madrid adalah tim yang paling menaruh perhatian pada saya,” ucapnya pada FourFourTwo.

“Kedua klub (Madrid dan Barcelona) adalah klub yang besar dan memiliki penggemar di seluruh dunia tetapi ketika Madrid datang untuk saya, saya melihat bahwa mereka memiliki sekelompok pemain Brasil di skuat mereka dan pelatihnya adalah Vanderlei Luxemburgo. Lalu mengapa saya harus pergi ke Barcelona?”

 

Perpisahan

Robinho kemudian hanya bermain selama tiga tahun di Madrid. Pada tahun 2008 ia hijrah ke Manchester City, walau sebenarnya ia lebih ingin pindah ke Chelsea.

Namun ia mengaku meninggalkan sedikit rasa penyesalan setelah kepindahannya tersebut. Ia berharap ia saat itu bisa keluar dari Madrid dengan baik-baik.

Kala itu Robinho kecewa karena pihak Madrid tak kunjung memperpanjang kontraknya pada pertengahan musim 2007-08. Padahal saat itu Presiden Ramon Calderon sudah berjanji untuk membuka negosiasi kontrak baru.

Baca Juga:   Gaya Tendangan Penalti Pogba Dianggap Terlalu Berisiko

Negosiasi itu tak pernah dimulai dan Madrid malah berusaha untuk menggunakannya sebagai bagian dari paket transfer Cristiano Ronaldo dari Manchester United pada musim panas 2008.

Baru setelah Ronaldo gagal didatangkan, Madrid mulai membuka negosiasi kontrak baru dengannya. Robinho, yang tentu saja merasa kecewa, menolaknya dan ingin mencari klub baru.

 

Perasaan Robinho

“Saya pindah ke klub hebat dan mereka menyambut saya dengan cara terbaik. Saya memiliki satu setengah tahun sukacita di Manchester, meskipun kota itu lebih dingin dari Madrid!”

“Saya tidak menyesal meninggalkan Madrid tetapi saya menyesal bahwa semuanya berakhir dengan buruk ketika saya pergi. Madrid adalah klub yang membuka pintu mereka dan memberi saya kesempatan untuk sukses di Eropa, mungkin cara saya berjuang untuk hengkang menyakiti kenangan dari hal-hal baik yang saya lakukan untuk tim,” ucapnya.

“Saya membantu membuat mereka juara dan saya pikir saya bermain bagus tetapi saya memutuskan untuk pergi dan saya memiliki karakter yang eksplosif.”