Ronald Koeman Dukung Matthijs De Ligt Tinggalkan Ajax Amsterdam

Rekanbola – Pelatih Timnas Belanda, Ronald Koeman angkat suara mengenai keluhan yang disampaikan Matthijs De Ligt. Koeman menyebut bahwa sang pemain memang lebih baik keluar dari Belanda untuk mengembangkan karirnya.

De Ligt sendiri baru-baru ini memberikan sebuah keluhan mengenai kompetisi di Eredivisie. Ia menyebut bahwa kompetisi kasta tertinggi di Belanda itu memiliki kualitas yang sangat buruk, di mana ada perbedaan kualitas yang mencolok antara para kontestan Eredivisie.

Kritik itu dikatakan De Ligt usai timnya mengalahkan Excelsior dengan skor 7-1 setelah sebelumnya timnya ditahan imbang Benfica di ajang Liga Champions. De Ligt tidak puas dengan kemenangan itu karena menurutnya timnya tidak berada dalam kondisi yang baik namun bisa menang dengan skor besar seperti itu.

Koeman sendiri mengakui bisa memahami keluhan De Ligt itu, dan ia mendukung jika anak asuhnya itu ingin pergi dari Ajax. “Saya rasa sudah jelas bahwa pemain sekaliber Matthijs de Ligt saat inio berada dalam fase di mana ia butuh bermain di Liga yang lebih besar, setelah Liga Belanda tidak mampu memenuhi ambisinya,” buka Koeman kepada Goal International.

 

Bisa Memahami

Koeman sendiri mengaku bisa memahami kekecewaan De Ligt karena ia pernah merasakan situasi yang serupa saat ia masih aktif bermain dahulu.

“Saya sudah berbicara dengan Matthijs De Ligt terkait komentarnya yang mengatakan ia tidak mendapatkan banyak tantangan di Liga Belanda.”

“Sejujurnya saya tidak tahu ia mengatakan hal itu kepada media, namun saya bisa membayangkan jika ia berpikir seperti itu.”

 

Kualitas Kurang Baik

Koeman juga menjustifikasi pernyataan De Ligt itu karena ia mengakui Liga Belanda saat ini tidak cukup kompetitif bagi pemain-pemain berbakat seperti De Ligt.

Baca Juga:   10 Meme 'Hotel Alexis Tutup' Ini Kocaknya Lebih Menghibur Dibanding Dipijat

“Apa yang ia katakan itu menggambarkan level Liga Belanda saat ini. Saya bisa membayangkan ketika ia bermain di Liga Champions lebih dahulu lalu bertandang ke markas Excelsior yang menggunakan rumput sintetis.”

“Para pemain dituntut untuk tampil di level tertinggi di Liga Belanda, namun itu semua sulit. Intensitas di Liga Belanda jauh lebih rendah, seperti turnamen-turnamen domestik pada umumnya. Dia bisa saja menganggap setiap pertandingan layaknya partai final, tetapi atmosfer stadion dan di lapangan sangat berbeda.” tandasnya.